JAKARTA.BM- Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua masih menyelidiki jenis bahan peledak yang menyebabkan ledakan bom di Biak pada akhir Mei 2026, yang mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan tiga lainnya dilaporkan hilang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, mengatakan tim Labfor telah mengambil sejumlah sampel dari lokasi kejadian untuk dianalisis lebih lanjut.
"Sampel sudah diambil dari TKP (tempat kejadian perkara) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Dirreskrimum, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa lokasi ledakan di Jalan Wolter Monginsidi, Biak, hingga kini belum dinyatakan aman karena tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan proses sterilisasi.
"Tim Jibom masih melakukan sterilisasi agar TKP benar-benar bersih dari barang berbahaya," kata Dirreskrimum.
!--Composite Start-->
Menurutnya, pembersihan area dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak atau material berbahaya yang berpotensi menimbulkan korban tambahan.
Sebelumnya, Kapolres Biak AKBP Ari Trestiawan, mengungkapkan bahwa tim Jibom telah menemukan berbagai jenis granat, amunisi, dan pecahan proyektil yang diduga merupakan peninggalan perang duani II.
"Berbagai jenis bahan peledak diduga peninggalan perang dunia II itu sudah dimusnahkan," kata Kapolres.
Ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II tersebut terjadi pada 31 Mei 2026 di Biak dan sejauh ini telah menyebabkan enam korban jiwa, sementara upaya pencarian terhadap tiga korban lainnya masih terus dilakukan.
Baca Juga
#Gan | Humas Polri








No comments:
Post a Comment