Banjir Berangsur-angsur Surut, Sebagian Besar Pengunsi Kembali ke Rumah - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Friday, November 12, 2021

Banjir Berangsur-angsur Surut, Sebagian Besar Pengunsi Kembali ke Rumah

Banjir yang menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (BPBD Kabupaten Jember)


Jember(JATIM).BM- Banjir yang menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, berangsur-angsur surut. Perkembangan terkini pada Kamis siang (11/11), pukul 11.48 WIB, BPBD memantau ketinggian muka air turun secara perlahan.

Kondisi tersebut mendorong sebagian warga yang sempat mengungsi ke Balai Desa Pondok Joyo maupun di Desa Sidomulyo memutuskan kembali ke rumah mereka masing-masing. Sedangkan ada sejumlah warga yang berpindah ke rumah kerabat mereka. Pada siang ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat 864 jiwa masih berada di pengungsian.

Warga yang bertahan maupun yang kembali dari pengungsian disibukkan untuk membersihkan rumah mereka dari sampah yang terbawa banjir.

Mendukung pelayanan dasar warga yang mengungsi di balai desa maupun masyarakat terdampak, BPBD telah memberikan bantuan makanan dan distribusi air bersih. Petugas kesehatan tampak memberikan pelayanan kesehatan untuk memastikan kesehatan warganya. Di sampin gitu, tim gabungan mengoperasikan dapur umum untuk melayani warga yang masih mengungsi.

Sebelumnya diinformasikan banjir melanda sejumlah desa di tiga kecamatan pada wilayah Kabupaten Jember, antara lain Desa Manggisan, Patemon dan Darungan (Kecamatan Tanggul), Desa Pondok Joyo, Pondok Dalem dan Sidomulyo (Kecamatan Semboro) serta Desa Gelang dan Sumberagung (Kecamatan Sumber Baru).

Sementara itu, kerugian material mencakup bangunan terdampak yang terdiri 1.294 unit rumah, 1 sekolah dan 1 mushola. Banjir juga menyebabkan kerusakan rumah 1 unit dan jembatan 1 unit. Di samping itu, banjir memicu longsoran yang menutup akses jalan ke arah Gunung Gambir, sebuah tempat wisata.

Banjir yang terjadi pada Rabu petang (10/11), sekitar pukul 18.00 WIB, menyebabkan tinggi muka air di lokasi terdampak hingga 70 cm. BPBD mencatat 1.294 KK terdampak insiden ini dan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Menyikapi bencana ini, BPBD setempat dibantu berbagai unsur daerah, seperti Tagana, TNI, Polri, RAPI, MDMC, LPBI NU, dan beberapa kelompok relawan serta warga setempat.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pada pagi tadi, Kamis (11/11), tiga kecamatan masih terpantau hujan dengan intensitas ringan, sedangkan siang ini cuaca berawan. Pantauan prakiraan cuaca pada esok hari masih berpelung hujan dengan intensitas ringan di tiga kecamatan tersebut.

Di sisi lain, aparat pemerintah di tingkat desa atau kecamatan dapat menyiapkan tempat evakuasi sementara (TES) sejak dini untuk mengantisipasi warga yang mengungsi. TES tersebut harus menerapkan protokol kesehatan, khususnya menghadapi potensi penyebaran Covid-12 di pengungsian.(*)
 

Baca Juga

#Gan | BNPB

No comments:

Post a Comment

“Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 16 November 2021”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS