KKN Unitas Padang di Lubeg; Manfaat dan Khasiat Kelor di Masa Pandemic COVID-19 - Benang Merah News

Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_53.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Thursday, August 13, 2020

KKN Unitas Padang di Lubeg; Manfaat dan Khasiat Kelor di Masa Pandemic COVID-19

Tanaman Kelor yang tanami oleh mahasiswa Unitas Padang di Kelurahan Koto Baru Nan XX Padang, Kecamatan Lubeg.

Padang(SUMBAR).BM- "Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lain seperti: limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree (dari bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish), dan malunggay di Filipina, " papar Mahyudi Irgantoro,S.P di Aula Kantor Lurah Batuang Taba Nan XX, Senin (10/08).

Lebih lanjut, Yudi nama akrab dari Mahyudi Irgantoro,S.P. merupakan Alumni Mahasiswa Universitas Tamansiswa Padang mengatakan Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Tanaman ini umum digunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia. Biji kelor juga digunakan sebagai penjernih air skala kecil.

"Tanaman Kelor memiliki ketinggian 7-11 meter, berbatang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang," terang Yudi.

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera)
"Daun kelor memliki ciri berupa: majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda. Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 - 60 cm; buah muda berwarna hijau - setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat - berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 - 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak, " urainya.

Tanaman Kelor, lanjut yudi, dipercaya memiliki banyak Khasiat untuk kesehatan tubuh dan sudah sering digunakan dalam ramuan tradisional turun temurun masyarakat Indonesia. Kandungan antioksidan serta nutrisi lainnya dalam daun kelor dipercaya baik untuk menjaga kesehatan. Daun kelor yang juga bisa disebut sebagai moringa ini diklaim dapat menstabilkan kadar gula darah hingga meringankan gejala menopause.

"WHO, menurut Wikipedia, juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia, " ungkap Yudi.

Baca juga: KKN Unitas Padang di Lubeg; Optimalkan Pemanfaatkan Pekarangan Buat Dukung Ekonomi di Pandemic COVID-19 
 
Sambung Yudi, "Dari hasil analisis kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuh.

Perbandingan gram, daun kelor mengandung:
  • 7 x vitamin C pada jeruk,
  • 4 x kalsium pada susu,
  • 4 x vitamin A pada wortel,
  • 2 x protein pada susu, dan
  • 3 x potasium pada pisang.
Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak)," katanya.

Tanaman Kelor ini, sambung yudi, tidak hanya di konsumsi langsung, kita juga bisa merubah tanaman kelor ini menjadi makanan kesukaan kita yaitu seperti mie kelor, selain itu tidak hanya mie saja, tanaman kelor bisa kita jadikan sebagai minuman seperti; teh kelor jika tidak ada yang suka dengan teh biasa maka teh kelor ini bisa di tambahkan dengan es dan sangat nikmat di konsumsi di siang hari.

"Selain makanan dan minuman, ternyata tanaman kelor ini bisa di jadikan bahan percantik diri yaitu seperti skincare wajah, dimana tanaman kelor ini cukup di haluskan dan digunakan seperti layaknya masker," pungkasnya.

Mahyudi Irgantoro,S.P. ( berkaos merah, tengah) Foto bersama Mahasisswa/ i KKN Unitas Padang bersama warga Batuang Taba Nan XX, Kecamatan Lubeg.
Penulis: Siti Rahmah Desi Ariani, mahasiswi KKN Unitas Padang

Baca Juga




# Gan

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS