Dua Tahun Layanan Fast Track Beri Kenyamanan Jemaah - Benang Merah News

Breaking

Minggu, 14 Juli 2019

Dua Tahun Layanan Fast Track Beri Kenyamanan Jemaah


 
Makkah(ARAB SAUDI).BM- Sekira pukul 03.55 waktu Arab Saudi (WAS), pesawat Garuda Indonesia yang membawa 393 jemaah kloter enam Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 06) mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Tidak lama berselang, tampak jemaah haji keluar bandara dengan membawa tas kabin masing-masing menuju bus yang sudah disiapkan untuk mengantar mereka ke hotel di Madinah.

Meski habis menjalani penerbangan panjang, sekira sembilan jam dari Cengkareng, hal itu tampaknya tidak mengurangi gurat kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka karena telah tiba di Kota Nabawi. “Alhamdulillah proses di bandara cepat. Kira-kira lima menit sudah selesai dan bisa menuju bus yang sudah stand by,” kata Fadil (29) ketika dimintai kesannya atas layanan fast track di Bandara AMAA Madinah, Kamis (11/07).

Kesan yang sama disampaikan Maman dan Endang dari Tangerang, serta Rusni dari Jakarta. Mereka menilai prosesnya cepat dan mudah. Setelah seluruh jemaah masuk bus, mereka diantar menuju hotel untuk beristirahat dan menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi.

Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat mengatakan, secara teknis, layanan fast track ini dapat menghemat waktu jemaah setibanya di bandara tujuan, baik AMAA Madinah maupun King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah. Sebab, proses pengecekan dokumen keimigrasian (pre departure clearence), seperti visa dan paspor, sudah dilakukan sejak di Bandara Soetta, Cengkareng.

Pihak imigrasi Arab Saudi telah membuka konter di Bandara Soetta, dan melakukan pengecekan visa sebelum jemaah naik pesawat. Dengan demikian, semua proses keimigrasian sudah selesai sejak masih di Cengkareng. Setibanya di Bandara Madinah misalnya, pergerakan jemaah menjadi lebih cepat. Sejak turun pesawat, jemaah langsung diarahkan ke terminal khusus, Mekah Route, yang didedikasikan untuk jemaah fast track.

"Sangat membantu jemaah. Jemaah tidak ngantri-ngantri, dan yang penting juga jemaah sudah dipastikan clear semenjak dari Tanah Air," ungkap Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat.

Layanan fast track kali pertama diberlakukan pada musim haji 1439H/2018M. Layanan ini diberikan kepada jemaah haji Indonesia yang berangkat melalui Bandara Seokarno-Hatta (Soetta), Cengkareng. Ada dua embarkasi yang berangkat dari Bandara Soetta, yaitu: Jakarta – Pondok Gede (JKG) dan Jakarta – Bekasi (JKS). Embarkasi JKG mencakup provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Lampung; sedang JKS mencakup seluruh jemaah asal provinsi Jawa Barat. Meski hanya dua dari 13 embarkasi di Indonesia, namun jumlah jemaah yang dilayani mencapai 70ribu atau sekitar 30%.

Pemberlakuan layanan ini pada tahun 2018 dinilai positif. Jemaah merasa layanan ini memberi kenyamaan karena beberapa alasan. Proses imigrasi di Bandara Soetta terasa lebih nyaman karena posisinya masih di Tanah Air. Kondisi jemaah juga masih relatif segar karena belum menjalani proses penerbangan. Sesampainya di Saudi, jemaah bisa segera menuju bus untuk ke hotel dan beristirahat.

Fakta ini mendorong Kementerian Agama untuk melobby Arab Saudi agar pemberlakuan layanan fast track bisa diperluas pada musim haji 1440H/2019M. Harapannya, layanan ini bisa dinikmati seluruh jemaah haji Indonesia yang berangkat dari 13 Embarkasi. Jika tidak, layanan tersebut agar tidak hanya diberlakukan di Bandara Soetta saja, setidaknya tahun ini ada juga di dua atau tiga bandara lainnya.

Ini menjadi salah satu misi yang dibawa Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam pembahasan dan penandatanganan MoU penyelenggaraan haji 1440H di Makkah, 11 Desember 2018. Menurut Menag, kesempatan bertemu Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Banten digunakannya untuk menyampaikan sejumlah usulan peningkatan layanan terhadap jemaah haji Indonesia.

"Kami usulkan, kebijakan fast track (jalur cepat) yang tahun 2018 telah diterapkan pada 70.000 jemaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta,  pada musim haji 1440H/2019M juga diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia," jelas Menag di Makkah,  Senin (10/12/2018).

"Kebijakan ini akan memudahkan jemaah haji, karena mereka tidak perlu mengantri lama untuk proses imigrasi di bandara Jeddah maupun Madinah," lanjutnya. Usulan tersebut, kata Menag, direspon positif dan akan dikaji oleh pihak Kementerian Haji Arab Saudi untuk dibahas di level teknis.

Usulan yang sama disampaikan Menag LHS saat menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi Esam A Abid Althagafi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 10 Mei 2019. Menag kembali meminta agar pemerintah Arab Saudi dapat menambah layanan fast track bagi jemaah haji Indonesia.

"Bila tahun lalu fast track baru bisa dirasakan oleh jemaah haji Indonesia dari Embarkasi Jakarta, kami berharap tahun ini ada penambahan. Setidaknya satu atau dua embarkasi lagi, yaitu Embarkasi Solo dan Surabaya," ungkap Menag.

Dubes Arab Saudi, saat itu mengaku akan berusaha semaksimal mungkin dalam berkhidmat melayani para tamu Allah. Hal ini semata bertujuan agar para jemaah dapat merasakan kenyamanan dalam beribadah haji.

Esam A Abid Althagafi juga menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait apakah memungkinkan adanya penambahan volume jemaah yang memperoleh fasilitas fast track. Sebab, selain Indonesia, layanan ini juga diberikan kepada negara-negara dengan jemaah lebih dari 50ribu orang, antara lain: Bangladesh, Pakistan, dan India.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis mengaku sejak penandatanganan MoU, Tim Kemenag di Arab Saudi terus berupaya menindaklanjuti rencana pemberlakuan fast track. Sejumlah hal didiskusikan dengan pihak Saudi, utamanya terkait kesiapan SDM dan fasilitas pendukung bandara.

“Jika tidak bisa di semua embarkasi, kami sedang mendorong agar pemberlakukan pre clearance diperluas secara bertahap. Ini terus dilakukan pembicaraan antara dua pihak,” tuturnya pada pertengahan Februari 2018. Dia berharap, selain di Bandara Seokarno-Hatta, pre clearance paling tidak juga bisa diberlakukan di Solo dan Surabaya.

Jika diberlakukan di Solo dan Surabaya, lanjutnya, penerima manfaat layanan ini akan bertambah cukup signifikan. Pasalnya, jemaah yang berangkat dari Embarkasi Solo lebih 34ribu orang, sedang dari Embarkasi Surabaya mencapai 37ribu jemaah. “Jadi, total dengan yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta mencapai 140ribu jemaah. Artinya sudah lebih dari 60% jemaah Indonesia,” jelasnya.

“Tahun 2018, survei BPS, kenaikan indeks kepuasan jemaah yang tertinggi berhasil diraih oleh Daerah Kerja Bandara, dari 87,16 menjadi 89,01. Ini saya kira tidak terlepas dari layanan fast track di bandara,” sambungnya.

Sayang, hingga bergulirnya musim haji 1440H/2019M, Pemerintah Saudi masih membatasi pemberlakukan layanan fast track untuk jemaah yang berangkat dari Bandara Soetta. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Djumali mengatakan layanan fast track belum bisa diperluas karena Saudi dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk Bandara Soetta, Saudi harus mempekerjakan kurang lebih 40 petugas selama 30 hari masa keberangkatan jemaah haji Indonesia. Jika ini diperluas, Saudi harus menyiapkan kurang lebih sejumlah petugas yang sama untuk setiap embarkasinya,” jelas Endang.

Meski demikian, Endang mengaku pihaknya terus melakukan diskusi dengan otoritas Saudi agar rencana perluasan fast track ini bisa diterapkan. Sehingga, semakin banyak jemaah yang akan mendapatkan kenyamanan layanan.

Untuk saat ini, yang bisa diberikan kepada jemaah adalah layanan semi fast track. Jemaah haji di luar Embarkasi JKG dan JKS memang masih harus melalui proses imigrasi, namun mereka tidak perlu mengurus bagasi. Sebab, koper jemaah haji telah ditangani oleh Maktab Wukala dan akan langsung diantarkan ke hotel.

"Kami punya strategi khusus, yakni memberikan warna tertentu, GPS, asuransi untuk barang. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar," tandas Endang.

Akhirnya, selamat menunaikan ibadah haji. Pemerintah terus mengupayakan layanan terbaik. Semoga itu memudahkan jemaah dalam beribadah dan mendapat haji mabrur. Aamiin.



# Gan | MCH2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.benangmerahnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan