Padang(SUMBAR).BM- Setiap kali memperingati hari lahirnya kota Padang, membawa memori kita kembali mengingat peristiwa heroik tanggal 7 agustus 1669, dimana pasukan berbangso rajo dari Pauh – Koto Tangah dengan dukungan penuh dari masyarakat melakukan penyerangan keloji Belanda, yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi pemerintahan Belanda.
Peristiwa momentum bersejarah masa inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya kota Padang, melalui persetujuan DPRD kota Padang tanggal 31 Juli 1985 dan SK. Walikota tanggal 1 Agustus 1986.
Hal itu dikatakan Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharulah di saat memberikan sambutan pada acara “Hari Ulang Tahun Kota Padang ke-349” melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kota Padang di Jalan Sawahan No.50 Kecamatan Padang Timur, Selasa (7/8).
Hari ini Selasa, 7 Agustus 2018, Kota Padang berumur 349 tahun. Pada momentum ini digelar rapat paripurna istimewa DPRD Kota Padang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti dihadiri 35 orang anggota dewan sehingga sudah mencapai kuorum.
Hadir pada kesempatan itu Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abid, Anggota DPD RI, Leonardi Harmaini, Forkopimda Sumbar, Forkopimda Padang, kepala daerah kabupaten / kota, mantan walikota dan mantan anggota dewan serta BAKO IKK Padang.
Selain itu, ada juga ninik mamak dan bundo kanduang serta pemimpin partai dan organisasi politik di Kota Padang.Sebelumnya dua walikota dari Vietnam dan Jerman menyampaikan pidatonya dan mengucapkan terima kasih kepada para tamu Walikota Padang.
Berdasarkan SK Walikota Padang Nomor 188.45.22 Pada tahun 1986, Kota Padang didasarkan pada hasil rapat pleno DPRD Kota Padang pada 31 Juli 1986, jelas Elly Thrisyanti.
Selanjutnya, Walikota Padang, Mahyeldi menjelaskan sejarah pembantaian besar-besaran Belanda yang memonopoli perdagangan di Padang pada 7 Agustus 1669, menjadi sejarah penting bagi warga Padang. Bagaimana tidak, penaklukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) tercatat sebagai hari kelahiran Kota Padang. Jumat (7/8), 349 tahun lalu adalah usia ibukota Provinsi Sumbar.
Kursi parlemen Kotama Padang pada 7 Agustus 1669 secara resmi dianggap sebagai ulang tahun Kota Padang. Dicampur dari berbagai sumber, ada beberapa versi yang berkaitan dengan sejarah Kota Padang. Namun, kebanyakan menyebutkan bahwa pembentukan Padang HUT dimulai dengan serangan Koto Tangah dan Pauh ke benteng VOC atau Loji Belanda, agen perdagangan Belanda di Muaro Padang.
Menurut Walikota Padang, berdasarkan peristiwa heroik, itu menjadi momentum Hari Jadi Kota Padang untuk berkembang menjadi kota inti metropolitan dengan 11 kecamatan dan 104 kelurahan.Membangun Kota Padang dengan prioritas unggulan sebagai solusi untuk pengembangan Kota Padang.
Tujuan kemerdekaan jelas Elly Thrisyanti untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengisinya dengan kemajuan pertumbuhan yang signifikan.Sinergisitas Walikota Padang dan DPRD Kota Padang membangun kemajuan kota yang lebih baik.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Padang, Syahrul menyampaikan undangan dibagikan pada perayaan HUT Kota Padang untuk 349 tahun sekitar 1.000 ribu undangan.
Tamu yang menghadiri acara ini berasal dari luar negeri, Walikota Hildeshiem (Jerman), Ba Ria Vung Tau Vietnam, Anggota DPD RI, Dewan Perwakilan Rakyat dan mantan Walikota Padang.
Penerima pin emas dalam Perayaan 349 Kota Padang memiliki 11 warga kota, termasuk Prof. Dr. Andi Mustari Pide, SH.MH dalam katagori pendidikan.
Disisi lain, Ketua DPRD Padang, Elly Thrisyanti juga membenarkan hal itu serta berharap dengan usia ke 349 Tahun Kota Padang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya dari segala aspek.
"Meskipun Kota Padang diguyur hujan namun diharapkan usia 349 ini, Padang makin 'tacelak' lagi. Empat tahun kepemimpinan Mahyeldi Emzalmi berhasil mengelola keuangan Kota Padang dengan memperoleh penghargaan WTP secara berturut-turut, ujar kader Gerindra ini.
Kota Padang sukses menyelenggarakan pilkada badunsanak dan berkelanjutan pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden kemudian dengan tingkat partisipasi lebih tinggi dari psntsuan pemilu terakhir.
Jadikan Evaluasi Hasil Kerja
Sementara itu Ketua DPRD Kota Padang, Elli Thrisyanti menyampaikan, DPRD sebagai mitra dari Pemerintah mengajak bergduandeng tangan, bahu membahu untuk terus saling mengisi dan mengingatkan guna terwujudnya kesejateraan dan kemakmuran warga kota Padang.
Ia juga menghimbau kepada Pemko dan seluruh warga kota, agar peringatan hari jadi ini tidak hanya sebatas kegiatan rutin tahunan saja, tapi yang lebih penting jadikan bahan evaluasi terhadap hasil kerja tahun lalu, baik dalam bentuk keberhasilan yang telah diperoleh maupun hal-hal yang belum terselesaikan dengan baik.
"Sekaligus memotivasi masyarakat untuk berperan serta membangun kota,” tukas Elli.
11 Tokoh Masyarakat Terima Pin Emas
Sudah menjadi tradisi pada peringatan HUT Kota Padang ke-349 tahun ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam dan pin emas berlogo Pemerintah Kota Padang bagi putra-putri terbaik Kota Padang yang dinilai memiliki perhatian dan kepedulian di berbagai bidang.
Berikut nama – nama tokoh masyarakat penerima pin emas :
1. Drs. Suardi Z. Rajo Basa Tan Panghulu, (Bidang Seni Budaya dan Adat Istiadat).
2. H. Mulyadi Muslim, LC, MA (Bidang Keagamaan).
3. Hj. Amaniarty (Bidang Pemberdayaan Wanita).
4. Decky Zam Sampolly, BSc (Bidang Sosial).
5. Prof. Dr. H. Andi Mustari Pide, SH, MH (Bidang Kemasyarakatan).
6. Mikrizal, S.Pd (Bidang Lingkungan Hidup).
7. Ramli Parna (Bidang Kemanusiaan).
8. H. Fadly Amran, BBA (Bidang Kepemudaan dan Olahraga).
9.Risyandi, SH (Bidang Penggerak Koperasi dan UMKM).
10. Drs. H.M. Nur Amin, M.Pd. (Bidang Pendidikan).
11. Kapten (Purn) Yan Kapoyos (Bidang Kesehatan).
# Gan | Tim Humas













No comments:
Post a Comment