Mimbar; Kreativitas Membutuhkan Keberanian - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Saturday, October 30, 2021

Mimbar; Kreativitas Membutuhkan Keberanian

Buddha Wacana

Manopubbaṅgamā dhammā, manoseṭṭhā manomayā; Manasā ce pasannena, bhāsati vā karoti vā; Tato naṃ sukhamanveti, chāyāva anapāyinī. Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak akan meninggalkan bendanya.(Dhammapada, Syair 2)

Kreativitas merupakan sebuah kata yang sudah sering kita dengar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata kreativitas memiliki dua arti, yaitu: kemampuan untuk mencipta; daya cipta; dan perihal berkreasi; kekreatifan.

Setiap orang memiliki keinginan untuk memperoleh kebahagiaan dan menjalani kehidupan ini dengan bahagia. Kebahagiaan hidup menjadi idaman setiap orang. Untuk dapat meraih kebahagiaan hidup tentunya dibutuhkan sebuah proses perjuangan yang tidak mudah.

Setelah melalui proses perjuangan, ada orang yang dapat meraih kebahagiaan. Sebaliknya, ada pula orang yang walaupun sudah berjuang namun sulit mencapai kebahagiaan yang diharapkan.

Ketika berada dalam kondisi kesulitan dan kebahagiaan tidak dapat diraih, sebagian besar orang akan pasrah dan menyalahkan keadaan yang ada. Hanya sebagian kecil orang yang akan tetap berusaha untuk bangkit dari kesulitan yang dialaminya.

Apa yang membedakan antara orang yang pasrah dan orang yang mau berusaha untuk bangkit? Salah satu faktor penyebabnya adalah berkaitan dengan kreativitas yang dimiliki.

Kreativitas sebenarnya merupakan potensi yang ada dalam diri setiap orang. Tetapi, tidak setiap orang dapat mengenali dan menggali kreativitas dalam dirinya. Hanya orang yang dapat mengenali kreativitas yang dimiliki dan dapat menyelami kondisi kehidupan yang terus berubah akan mampu mengembangkan kehidupannya menjadi lebih baik.

Kreativitas membutuhkan keberanian. Keberanian bukan hanya sekedar berani atau pun nekat, tetapi melalui analisa yang matang. Hal isi sesuai dengan salah satu ajaran pokok Guru Agung Buddha yang sangat penting adalah: Berpikirlah dahulu, renungkan dahulu baik-baik... sebelum melaksanakan satu kegiatan atau pekerjaan.

Kreativitas membutuhkan keberanian untuk melihat kesulitan dan ketidakbahagiaan yang dialami, bukan sebagai suatu hambatan dan tantangan. Kreativitas perlu dilihat sebagai suatu kesempatan dan peluang guna menumbuhkan kemampuan berkreasi dan mencipta pada diri orang tersebut.

Kreativitas dapat muncul jika kita memiliki pikiran benar. Pikiran benar dalam ajaran agama Buddha disebut dengan samma-sankappa. Yaitu, pikiran yang menghindari kejahatan dan pikiran yang cenderung pada kebajikan. Maksudnya, pikiran yang bebas dari keserakahan, kebencian dan kebodohan batin (lobha, dosa, dan moha); pikiran yang berisi cinta kasih (metta); dan pikiran yang berisi welas asih (karuna).

Nilai-nilai Dhamma hendaknya menjadi patokan dasar untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas karena Dhamma merupakan jalan untuk mencapai kebahagiaan tertinggi. Seseorang yang mengenal, memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupannya, akan memiliki semangat untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas dalam dirinya.

Dengan kreativitas yang dimiliki diharapkan akan memunculkan kebahagiaan yang bukan hanya dirasakan oleh diri sendiri, melainkan juga pada semua makhluk yang berada di sekitarnya. Semoga semua makhluk berbahagia.
 

Baca Juga

 

No comments:

Post a Comment

“Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 16 November 2021”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS