Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Wednesday, March 22, 2023

Mimbar; Soracca (Kerendahan Hati)


"Khantῑ ca sovacassatā, samanānañ ca dassanaṁ. Kālena dhammasākacchā, etaṁ maṅgalamuttamaṁ”. Sabar, rendah hati, mengunjungi para pertapa, membahas Dharma pada saat yang tepat, itulah berkah utama. (Maṅgala Sutta: Khuddaka Nikaya 5 & Sutta Nipāta 2.4) 

Air selalu mengalir dari tempat tinggi menuju ke tempat rendah, hendaklah seperti itu sifat manusia, selalu rendah hati. Rendah hati membuat kita akan selalu menghargai semua mahkluk hidup dan alam sekitar.

Sang Buddha mengingatkan kita bahwa harga diri dan kesombongan adalah dua rintangan terbesar dalam kemajuan perkembangan batin. Oleh sebab itu, memiliki sikap rendah hati merupakan suatu berkah tertinggi. Melalui praktik kerendahan hati, kita akan selalu mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian.

Sifat rendah hati sering diartikan secara dangkal dengan tidak sombong, pasti itu yang ada dalam pikiran kita. Kenyataannya sikap tidak sombong belum tentu rendah hati, sebagai contoh misalnya orang miskin, tidak bisa menyombongkan harta kekayaannya, karena dia tidak punya. Tetapi orang yang memiliki sifat rendah hati, sudah pasti tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, mau mendengarkan dengan penuh perhatian, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Sifat rendah hati membuat kita tidak akan pernah merasa takut untuk pergi ke mana pun. Rendah hati menjauhkan kita dari kesombongan, kebencian, dan keserakahan. Apabila seseorang memiliki sifat sombong, benci, dan serakah, dia tidak akan pernah merasa tenang, pikiran akan selalu diisi dengan kecurigaan terhadap orang lain. Orang tersebut akan merasa khawatir tentang hal-hal yang dimiliki akan diambil orang lain, dan tidak senang melihat kebahagiaan orang lain, serta senang melihat orang lain menderita.

Semua orang ingin hidup bahagia, tidak ada orang yang ingin hidup menderita. Bahagia atau menderita tergantung pada diri sendiri, ada yang beranggapan dengan memiliki kekayaan melimpah membuat hidup bahagia, kemudian dapat melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Misalnya menjual narkoba, karena itu akan cepat mendapatkan uang dan membuat kaya. Apakah orang tersebut akan memiliki hidup yang bahagia? “tentu tidak” karena dia akan diliputi dengan kegelisahan dan ketakutan akan ditangkap oleh penegak hukum kemudian dipenjara.

Air yang baik tidak memiliki rasa, tidak berwarna, dan tidak berbau, hendaknya kita mengetahui hal itu. Janganlah kita berpendapat bahwa air itu manis, berwarna, dan harum. Air adalah air, air bisa memiliki rasa manis karena diberi gula, berwarna karena ditambahkan pewarna, dan harum karena kita tambahkan aroma. Begitu juga kita yang mudah tertipu dengan kondisi-kondisi di sekitar kita lalu menjadi sombong. Jangan hanya karena suatu hal yang tidak disukai, kita menjadi mudah tersinggung, marah, dan benci. Menyadari dan memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan serta kekurangan. 

Pengakuan pada diri sendiri akan hal tersebut, membuat kita dapat menghargai orang lain, memandang orang lain seperti diri kita sendiri, yang selalu senang ketika mendapatkan apa yang diinginkan, menderita ketika mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dengan memahami hal tersebut, kita bisa menjadi manusia yang memanusiakan manusia, tidak egois dan sombong, serta penuh dengan kerendahan hati.
   
Air selalu berubah mengikuti wadahnya. Di manapun kita berada, hendaknya seperti itulah menempatkan diri kita. Penting bagi kita untuk menumbuhkan kerendahan hati dan membuang kesombongan dalam hidup ini, sehingga kita dapat mencapai apa yang dicita-citakan, kuat dalam menghadapi persoalan hidup serta berguna bagi sesama.
 
“Etādisena kāyena, Yo maññe uṇṇametave. Paraṁ vā avajāneyya, 
Kimaññatra adassanāti”. “Dengan bertubuh seperti ini (kotor), orang menganggap dirinya tinggi atau memandang rendah orang lain, 
sebabnya tiada lain adalah KEBODOHAN” (Vijaya Sutta, Khuddaka Nikaya, Sutta Nipāta) 

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia. Selamat Hari Air Sedunia


Kustadi, S.Ag (Penyuluh Agama Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

" Klik! Informasi yang Anda Butuhkan "



"Prakiraan Cuaca Kamis 30 Mei 2024"




"BOFET HARAPAN PERI"

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS