Banjir Kabupaten Dharmasraya Berangsur Surut - Benang Merah News

Breaking

Facebook

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Friday, December 17, 2021

Banjir Kabupaten Dharmasraya Berangsur Surut

Kondisi rumah warga yang sempat tergenang banjir di Kab. Dharmasraya. (BPBD Kab. Dharmasraya)


Dharmasraya(SUMBAR).BM- Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat, berangsur-angsur surut. Kondisi tersebut terpantau pada malam hari ini, Rabu (15/12), pukul 21.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya tetap siap siaga dan waspada meskipun genangan menyurut. Hal tersebut mengingat kondisi hujan yang sempat terpantau pada malam hari. Sedangkan prakiraan cuaca esok hari, Kamis (16/12), beberapa kecamatan di kabupaten ini terpantau berawan hingga hujan ringan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai banjir susulan.

Menghadapi bencana banjir yang terjadi dan mengantisipasi banjir susulan, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Penetapan status tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Dharmasraya Nomor 188.45/302/KPTSB-BUP/2021. Status ini berlaku 14 hari terhitung mulai tanggal 13 hingga 26 Desember 2021.

Sementara itu, wilayah nagari atau desa yang sempat terdampak banjir pada Senin lalu (13/12), pukul 08.00 WIB antara lain Nagari Tiumang di Kecamatan Tiumang, Nagari Abai Siat dan Bonjol di Koto Besar, Nagari Sopan Jaya di Padang Laweh, Nagari Koto Salak di Koto Salak, Nagari Ampang Kuranji di Koto Baru dan Nagari Gunung Medan di Sitiung.

Banjir yang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengakibatkan debit air Sungai Batangsiat meluap hingga menggenangi pemukiman warga. Tinggi muka air pada saat banjir antara 50 hingga 100 cm.

Saat terjadi banjir, warga tetap memutuskan bertahan di rumah meskipun BPBD yang dibantu petugas dinas pemadam kebakaran, Satpol PP, TNI dan Polri bersiaga untuk mengevakuasi warga apabila dibutuhkan.

Banjir tersebut menyebabkan 811 KK atau 2.873 jiwa terdampak. Tidak ada laporan warga yang terluka akibat peristiwa ini. Sedangkan dampak kerugian material, BPBD mencatat rumah terdampak 638 unit, fasilitas umum 35 unit, serta aset warga yang berupa 13 hektar sawah dan 322 ekor hewan ternak. 

Baca Juga

#Gan

No comments:

Post a Comment

“Sambutan Presiden Joko Widodo dalam Penyerahan DIPA&Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah&Dana Desa 2022, Senin (29/11/2021)”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS