Mimbar; Pahlawanku adalah Inspirasiku - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Sunday, November 14, 2021

Mimbar; Pahlawanku adalah Inspirasiku

Buddha Wacana

Yo sahassaṃ sahassena, saṅgāme mānuse jine; ekañca jeyyamattānaṃ, sa ve saṅgāmajuttamo. Walaupun seseorang dapat menaklukkan ribuan musuh dalam ribuan kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri. (Dhammapada, Syair 103)

10 November yang dikenal dan peringati sebagai Hari Pahlawan merupakan kristalisasi nilai perjuangan tanpa pamrih dari para pahlawan kusuma bangsa yang berupaya memerdekakan bangsanya dari belenggu penjajahan. Bermuara dari hal tersebut, dapat dipahami bahwa eksistensi Indonesia bukan merupakan hal yang secara otomatis didapatkan, berdiri sendiri tanpa sebab, melainkan lahir dari buah perjuangan tanpa henti dari para patriotik. Nilai perjuangan yang gigih, konsisten, tanpa pamrih, bahu membahu bersinergi dari para pahlawan sesungguhnya merupakan nilai abadi dan universal, bisa diterapkan di setiap zaman dan dalam situasi apapun.

Meneladani dan melestarikan spirit kepahlawanan merupakan tanggungjawab dan kewajiban bersama seluruh anak bangsa. Sikap abai dan tidak menghargai nilai kepahlawanan jelas merupakan tindakan yang ahistoris dan sikap tidak tahu berterima kasih. Penting untuk terus diingat, kesejahteraan sebuah bangsa dapat dicapai jika suatu generasi menghargai jasa leluhurnya dan meneladaninya. Sebaliknya, jika kebajikan leluhur tidak dihargai dan dilestarikan, maka bangsa akan merosot menuju ambang kehancuran  (Maha Parinibbana Sutta, D.II.16).

Ini sebagaimana yang diajarkan oleh Guru Agung Buddha, bahwa menghormati dan berbakti kepada leluhur menjadi fondasi yang tidak kalah pentingnya bagi penopang kesejahteraan sebuah bangsa, selain persatuan dan kesatuan dalam bingkai musyawarah, memedomani regulasi yang berlaku, menghargai kaum wanita, menghormati tempat dan orang suci.     

Nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa itu perlu untuk dikontekstualisasikan oleh para generasi muda penerus perjuangan bangsa. Benar bahwa musuh yang dihadapi sudah berbeda dengan musuh yang dihadapi para pahlawan pada masa itu. Namun spirit untuk merdeka, terbebas dari belenggu penderitaan menjadi sangat relevan dengan perkembangan peradaban bangsa. Menjadi orang yang terpilih, yang turut berperan dalam pembangunan bangsa dan negara merupakan tugas besar bersama.

Dalam Dullabha Sutta, Angguttara Nikaya 2. 119, Guru Agung Buddha menjelaskan bahwa terdapat dua manusia yang sangat sukar ditemukan di dunia ini, yaitu

pubbakari dan katannukatavedi. Pubbakari merupakan predikat bagi manusia yang memberikan pertolongan sejati. Katannukatavedi merupakan seseorang yang tahu balas budi.

Dalam konteks kepahlawanan para pahlawan merupakan pihak yang dapat dikategorikan sebagai pubbakari. Mereka semua berjuang tanpa pamrih untuk memberikan pertolongan pada generasi mendatang, pertolongan yang sangat esensial bagi sebuah bangsa, yakni kemerdekaan. Tanpa kemerdekaan dan kebebasan, maka kebahagiaan akan sangat sukar diperoleh, yang mendominasi dalam kehidupan hanya belenggu ketakutan dan kesedihan, keterbelakangan dan kebodohan sebagai dampak dari sulitnya akses pendidikan dan ekonomi.

Generasi masa kini tentu harus dapat memahami sejarah dan membentuk karakter tahu balas budi (katannukatavedi). Yang dimaksud tahu balas budi dalam konteks kepahlawanan memiliki dua tahap, yakni tahap pemahaman dan tahap perilaku. Tahap pemahaman bahwa generasi muda harus kaya akan akses literasi terhadap sejarah bangsanya, memahami dengan sungguh-sungguh bagaimana jasa perjuangan para pahlawan bagi bangsa dan negara. Tahap pemahaman literasi ini penting sebagai kognisi dan fondasi awal untuk menggugah rasa tahu balas budi dalam aspek yang lebih besar yaitu perilaku. Tahap perilaku hanya bisa dicapai bila tahap pemahaman telah terpenuhi dengan baik. Tahap perilaku merupakan tahap aksi dimana kreativitas dimunculkan dalam aksi nyata meneruskan spirit kepahlawanan dalam mengisi kemerdekaan.

Dalam konteks pandemi Covid-19 misalnya, tentu sebagai generasi yang tahu balas budi, harus berusaha menjadi bagian dari solusi, bukan malah menjadi bagian dari masalah. Disiplin diri, taat kepada protokol kesehatan, membantu pihak yang terdampak Covid-19 pada hakikatnya adalah aksi kepahlawanan masa kini. Belajar dan terus meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia juga merupakan aksi nyata kepahlawanan masa kini, dengan Sumber Daya Manusia yang maju tentu akan berdampak bagi kemajuan bangsa dan negara dalam lini yang lebih luas karena keberlangsungan pembangunan senyatanya lebih banyak bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia daripada kekayaan Sumber Daya Alamnya.

Pada akhirnya setiap anak bangsa yang berkontribusi positif terhadap bangsanya sesuai kapasitas dan bidangnya masing-masing dapat dikategorikan sebagai generasi yang tahu balas budi, tahu menaklukkan ego-nya sendiri.

Selamat hari pahlawan. Pahlawanku adalah Inspirasiku.
 

Baca Juga

 

No comments:

Post a Comment

“Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 16 November 2021”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS