Dukungan Pengetahuan Yang Kuat Diperlukan Untuk Menyukseskan Program Energi Nuklir di Indonesia - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Sunday, June 13, 2021

Dukungan Pengetahuan Yang Kuat Diperlukan Untuk Menyukseskan Program Energi Nuklir di Indonesia


JAKARTA.BM- Dukungan Pengetahuan yang kuat sangat diperlukan untuk menyukseskan program energi nuklir di Indonesia. Hal ini disampaikan peneliti Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN),  Dedy Priambodo, pada acara talkshow di Radio Sonora Pontianak pada Kamis(08/06). Penyampaian informasi yang dikemas melalui talk show ini, diharapkan dapat menjawab keingintahuan masyarakat terkait status pembangunan PLTN di Indonesia, mengingat wacana ini sudah berkembang cukup lama.

Dedy mengungkapkan bahwa PLTN merupakan proyek besar sehingga perlu perencanaan dan persiapan yang matang, sehingga tidak akan menemui kendala dalam pelaksanaannya. Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA, telah mempublikasikan panduan bagi negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia, yang ingin mengembangkan PLTN. Dalam panduan disebutkan, ada tiga fase yang harus dilalui dan setiap akhir dari fase akan ada milestone atau tonggak capaian yang menandakan telah selesainya satu fase, dan fase berikutnya dapat dijalankan.

“Fase pertama adalah fase pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk meluncurkan program tenaga nuklir. Pada fase ini, kita melakukan studi kelayakan, dimana suatu negara akan mempunyai posisi yang kuat dalam menjawab pertanyaan penguji, mengapa PLTN/tenaga nuklir harus digunakan. Tahap akhir dari keputusan ini adalah pernyataan Go Nuklir atau keputusan untuk membangun PLTN  oleh pemerintah,” ungkap Dedy.

Setelah fase pertama selesai, fase kedua dapat dimulai. Fase ini berupa persiapan untuk pembuatan kontrak dan pembangunan PLTN setelah ada keputusan Go nuklir dari pemerintah. Tonggak capaian dari fase ini adalah proses tender dari proyek pembangunan PLTN. Setelah ini selesai dilakukan, dimulailah fase penandatanganan kontrak dan pengurusan perijinan untuk kebutuhan pembangunan PLTN. Tanda bahwa fase ketiga telah selesai adalah tercapainya komisioning atau uji coba peralatan dari seluruh komponen PLTN, dan setelah itu PLTN dapat dioperasikan secara aman.

Dedy menambahkan bahwa keputusan membangun PLTN/Go Nuklir harus di ambil dengan dukungan pengetahuan yang kuat terhadap program energi nuklir. Pengetahuan ini diperlukan untuk membuat komitmen bahwa energi nuklir akan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik.

“Dari studi kelayanan pada fase (satu) tadi itu, maka pembuat keputusan tertinggi di negara (Presiden) akan mengetahui kelayakan pembangunan PLTN, kemudian dampak ekonomi  apabila PLTN ini dibangun akan seperti bagi industri nasional, serta komitmen-komitmen yang menyertainya. Disini Presiden dapat memutuskan di bangun (go) atau no go PLTN,” tambahnya.

Rencana pembangunan PLTN, menurut Dedy telah masuk dalam Prioritas Riset Nasional 2020-2024. Karena itu, sejak tahun 2020, BATAN telah melakukan studi kelayakan di Kalimantan Barat untuk mengetahui apakah wilayah ini memang layak untuk menjadi tapak PLTN.

Sebelumnya, BATAN bekerjasama dengan beberapa instansi juga telah melakukan studi kelayakan di wilayah lain, yakni di Jepara dan Bangka Belitung. Selain masuk dalam Prioritas Riset Nasional, Indonesia juga menyatakan moratorium berhenti membangun PLTU. Sehingga, perlu sumber energi lain yang akan dapat menggantikan PLTU untuk menanggung beban dasar dalam sistem kelistrikan nasional. Salah satunya adalah PLTN yang dianggap massif dan memiliki kehandalan yang tinggi. Penggunaan PLTN akan melengkapi sumber energi terbarukan lainnya, dalam menyuplai kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan Indonesia.

Dedy berharap dari kegiatan ini, masyarakat dan khususnya para pendengar, mendapatkan pencerahan terkait proses dan pemilihan tapak PLTN, dan khususnya dalam status studi yang sedang dilakukan BATAN di Kalimantan Barat. Pemilihan tapak dilakukan secara hati-hati dan detail, berdasarkan penilaian ilmiah, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keselamatan yang ketat, sehingga PLTN yang akan dibangun nantinya akan terjamin keselamatannya.

“Semoga energi nuklir dapat segera dimanfaatkan di Indonesia. Kalau kita mengutip kata-kata dari Presiden Soekarno saat di Bandung 60 tahun silam beliau mengatakan “masyarakat adil dan makmur yang diselenggarakan dengan bantuan atomic energi”. 
 

Baca Juga

#Gan | BATAN/ trisni

No comments:

Post a Comment

Pernyataan Presiden RI tentang Perkembangan PPKM Terkini di Istana Merdeka



ANALISIS CURAH HUJAN

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS