KJRI Toronto Dorong Kerja Sama RI-Kanada di Sektor Teknologi Nuklir Kedokteran & Pertanian - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19"
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Monday, August 17, 2020

KJRI Toronto Dorong Kerja Sama RI-Kanada di Sektor Teknologi Nuklir Kedokteran & Pertanian

Toronto(KANADA).BM- Konsul Jenderal RI Toronto, Leonard F. Hutabarat, Ph.D., mendorong lembaga pendidikan tinggi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan Kanada dalam mengembangkan teknologi nuklir Kedokteran dan Pertanian. Hal ini disampaikan Konjen RI Toronto ketika menjadi narasumber dalam webinar dengan tema Internationalizing Higher Education: Opportunities for Collaborations between Canada and Indonesia.

Webinar diselenggarakan oleh sebuah platform edukasi online, Reducates yang bekerja sama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Tujuan penyelenggarana webinar dimaksud adalah untuk ikut memajukan pendidikan tinggi Indonesia  dengan mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan lembaga pendidikan tinggi Kanada.

Selain Konsul Jenderal RI – Toronto, hadir pula sebagai narasumber dalam seminar tersebut Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, M.S., Wakil Rektor Bidang Bisnis IPB serta Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Konjen RI Toronto menjelaskan bahwa Kanada berada di urutan ke-3 dunia sebagai tujuan utama mahasiswa internasional (setelah Amerika Serikat dan Australia). Dalam satu dekade terakhir, jumlah mahasiswa internasional mencapai 642.000 orang dan tersebar di Provinsi Ontario (48%), British Colombia (23%), Quebec (14%) dan beberapa provinsi lainnya (15%). Sementara itu, jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi Kanada, khususnya di wilayah kerja KJRI Toronto hanya mencapai 1.446 orang (2020) dan terkonsentrasi di kota Toronto, Mississauga, dan Hamilton.

Tingginya jumlah mahasiswa internasional di Kanada mencerminkan pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan tinggi di negara tersebut. Selain itu, komposisi penduduk yang multikultur dan toleran menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Kanada. Insentif yang lain yang diberikan oleh Pemerintah Kanada adalah izin untuk bekerja (part time) antara 20-40 jam per minggu, serta working permit setelah menyelesaikan pendidikan di Kanada.

Khusus di wilayah Toronto (Provinsi Ontario), terdapat University of Toronto yang juga memiliki Studi Islam, McMaster University yang menawarkan teknologi nuklir untuk dunia kedokteran, maupun University of Saskatchewan yang menawarkan teknologi nuklir untuk pengembangan inovasi pertanian, kedokteran nuklir serta teknik nuklir.

Sebagai narasumber kedua, Wakil Rektor IPB Bidang Bisnis memberikan highlight mengenai kolaborasi IPB dengan 286 mitra universitas/lembaga pendidikan tinggi di dunia yang sangat mempengaruhi kualitas dan reputasi dalam World University Rankings (WUR). Sejumlah program kolaborasi yang telah dikembangkan oleh IPB adalah pengajaran mata kuliah dalam bahasa Inggris, Joint Program/Double Degree Program, International Seminar/Summer course, Staff Mobility Program, Joint Research Program dan Joint Publication. IPB juga telah menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi Kanada seperti University of Colombia (UBC), Memorial University of Newfoundland, dan Université Laval.

IPB berharap agar kerja sama dengan Kanada tidak terbatas dengan lembaga pendidikan tinggi tetapi juga institusi bisnis. Hal ini mengingat IPB memiliki Enterpreneur Student Program yang bertujuan untuk mendorong inkubator bisnis dengan model triple helix (perguruan tinggi, mitra bisnis dan pemerintah).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi UIN Sunan Kalijaga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk mempelajari best practices dari berbagai negara termasuk Kanada, khususnya dalam hal manajemen pendidikan tinggi, proses belajar mengajar, daya saing alumni, pengembangan kualitas SDM, kualitas riset. Bentuk kolaborasi yang telah dikembangkan terdiri dari exchange program untuk program master dan doktor, maupun short course terkait proses belajar mengajar dan manajemen perguruan tinggi.

Sejauh ini, kolaborasi yang telah terjalin dengan lembaga pendidikan tinggi Kanada adalah dengan McGill University selama 25 tahun terakhir sebagai bentuk kerja sama komprehensif antara Kementerian Agama RI dan Canadian International Development Agency (CIDA).

Sebagai tindak lanjut, Konjen RI Toronto mendorong lembaga pendidikan tinggi Indonesia untuk menjalin kerja sama pengembangan kedokteran nuklir dengan McMaster University sebagai satu-satunya perguruan tinggi di dunia yang memiliki reaktor nuklir. Terkait teknologi kedokteran nuklir, Kanada merupakan pemain utama yang menguasai lebih dari 80% produksi medical isotop di dunia. Selain itu, IPB didorong untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan University of Saskatchewan dalam pengembangan teknologi nuklir untuk pangan/pertanian. Tawaran kolaborasi oleh Indonesia tentunya akan menarik minat Kanada jika lembaga pendidikan tinggi Indonesia dapat menawarkan added value dari setiap proyek kolaborasi yang ditawarkan.

Baca Juga


# Gan | KJRI Toronto

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS