Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Wednesday, February 21, 2024

Mimbar; Kasih Sayang Ibu



Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal, demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran (kasih sayangnya) tanpa batas
(Karaniya Metta Sutta, Sutta Nipata)

Agama Buddha memandang sosok seorang ibu sebagai sebuah teladan cinta kasih yang universal. Salah satu bait dari sutta Karaniya Metta di atas, menjelaskan bahwa Buddha menjunjung tinggi peranan seorang ibu yang rela berkorban nyawa demi melindungi anaknya. Dalam sepanjang sejarah perjalanan kehidupan umat manusia, mungkin tidak ada cinta yang lebih besar daripada cinta seorang ibu kepada anaknya. Seorang ibu rela mengandung hampir sepuluh bulan lamanya dan setelah itu pun harus pula menahan rasa sakit demi melahirkan anaknya. Salah satu bait Sutra Bakti Anak Kepada Orang Tua adalah sebagai berikut:

“Ananda, dengarkanlah baik-baik. Aku akan jelaskan hal ini kepadamu dengan terperinci. Janin tumbuh dalam kandungan selama sepuluh bulan perhitungan Candra Sengkala. Alangkah menderitanya ibu selama janin berada di situ. Demikian juga saat melahirkan, ibu akan merasa seperti disayat seribu pisau atau seperti ribuan pedang yang menikam jantungnya, mengoyak hati dan jantung, menyangkut di tulang ibunya. Itulah kesakitan yang dialami saat kelahiran anaknya. Demikianlah besarnya pengorbanan dan cinta kasih seorang ibu sehingga kita tidak mungkin dapat membalas kebaikan ini dengan mudah.”

Sutra tersebut juga menjelaskan bahwa seorang anak harus mengetahui bahwa terdapat 10 (sepuluh) jenis kebajikan yang diperbuat oleh seorang ibu kepada anaknya, yaitu: (1) kebaikan memberikan perlindungan dan penjagaan selama berada dalam kandungan, (2) kebaikan menanggung penderitaan selama melahirkan, (3) kebaikan melupakan segala rasa sakit ketika anak telah dilahirkan, (4) kebaikan memakan bagian yang pahit bagi dirinya dan memberikan yang manis bagi anaknya, (5) kebaikan memindahkan anak ke tempat yang kering sedangkan dirinya sendiri berada di tempat yang basah, (6) kebaikan menyusui anaknya, memberinya makan serta memelihara dan membesarkan anak, (7) kebaikan membersihkan kotoran anaknya, (8) kebaikan memikirkan anaknya bila dia berjalan jauh, (9) kebaikan pengabdian dan perhatian pada anaknya, dan (10) kebaikan rasa kasih dan simpati orangtua terhadap anaknya.

Begitulah gambaran kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Tidak mungkin seorang anak dapat hidup bahagia dan tumbuh besar dengan baik tanpa kasih sayang orang tua terutama ibu. Seorang ibu yang penuh cinta kasih, selalu siap mendengar keluh kesah anak-anaknya. Oleh karena itu, jangan pernah memalingkan muka dari orang tua, terutama ibu. Kasih ibu kepada anaknya abadi sepanjang masa. Kita harus belajar dari teladan cinta kasih ibu terhadap anaknya yang tanpa pamrih dan tanpa batas. Dengan demikian dunia ini akan semakin damai dan bahagia.

Sadhu… sadhu… sadhu…

Priyatiningsih, S. Ag. (Penyuluh Agama Buddha Kankemenag Kab. Semarang)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

" Klik! Informasi yang Anda Butuhkan "



"Prakiraan Cuaca Jumat 31 Mei 2024"




"BOFET HARAPAN PERI"

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS