Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Sunday, August 6, 2023

Mimbar; Hidup Seirama dengan Roh Kudus

Mayor Kriston B Harinei, M.Th. (Sekretaris Pertumbuhan Gereja Teritori Indonesia)


Secara keseluruhan, Kitab Galatia mempunyai tema utama, yaitu kebebasan atau kemerdekaan. Ini bukan merupakan tiket untuk tetap hidup dalam dosa. Sebaliknya, ini adalah kemerdekaan Kristen yang membuat kita lebih seirama dengan kehendak Allah. Ini juga merupakan kekuatan orang Kristen untuk hidup dalam kemenangan atas dosa hanya berasal dari Roh Kudus.

Dari perspektif Galatia, pasal 5 secara umum dimulai dengan berita tentang Kemerdekaan Kristen. Kalimat kunci dalam pasal ini adalah “Kristus telah memerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut” (Galatia 5:1). Karena itu kita bukan lagi hamba dosa, namun kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5:16).

Itu artinya bersama Kristus, hidup kita mulai diperkaya dengan buah-buah Roh. Itulah kehidupan yang menjadi dambaan Kristus bagi umatNya. Dalam penjelasannya, Rasul Paulus sebagai penulis surat Galatia ini, kembali mengingatkan bahwa kita adalah milik Kristus. Artinya, kita perlu menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Setelah itu barulah hidup kita dapat dipimpin oleh Roh.

Galatia 5:25, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh”. Dalam ayat tersebut, terdapat kalimat yang merupakan penggulangan dari ayat 16a yang mempunyai pengertian yang sama, tetapi dalam hal penekanan mempunyai perbedaan. Perbedaan pada ayat 16 a yaitu:

Pertama, hiduplah oleh Roh. Kalimat tersebut dalam bahasa Yunani menggunakan kalimat: “pneumati peripateite”. Kalimat tersebut diartikan sebagai: “berjalanlah oleh/dengan/dalam Roh”. Kalimat perintah peripateite (berjalanlah/hiduplah), berasal dari kata dasar: “peripateô”.

Kedua, hidup oleh Roh. Ini merupakan terjemahan dari dari teks Yunani “zômen Pneumati”. Kata zômen (hidup) berakar dari kata zaô merujuk pada hidup yang baik dan teratur. Sedangkan pneumati (Roh) berakar dari kata pneuma dalam bahasa Yunani berarti angin, udara atau napas, Roh Kudus adalah yang memberi napas kehidupan. Dengan demikian perjalanan yang dimaksud disini adalah menunjukkan perjalanan yang resmi, berjalan untuk melaksanakan amanat tertentu; ini berarti berjalan menurut patokan— berjalan dalam barisan, berbaris di dalam deretan militer, langkah yang teratur.

Hidup seirama dengan Roh Kudus mengandung pengertian bahwa kita berjalan secara resmi, dalam barisan dengan langkah yang teratur menurut patokan Roh Kudus. Dengan demikian, perjalanan umat kristen adalah perjalanan dalam rangka melaksanakan misi suci dari Allah, yang senantiasa terus berfokus pada tujuan Allah bagi dunia ini, yang juga seluruh perjalanan itu akan terus dikendalikan oleh Allah sendiri. Ini bukan perjalanan biasa-biasa saja, tetapi ini perjalanan anugerah yang disertai dan dipimpin oleh Allah sendiri. Sungguh menakjubkan.

Merujuk pada semua pengertian di atas, maka hidup seirama dengan Roh Kudus dalam konteks masyarakat Indonesia, yang memiliki beragam budaya, suku, bahasa dan agama, maka sudah sepatutnyalah orang Kristen harus mampu menjaga ‘irama’ persaudaraan yang berlandaskan kasih. Tuhan Yesus merangkum semua hukum taurat dalam dua hukum utama, seperti dalam injil Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Ini artinya bahwa perjalanan menjadi seorang Kristen merupakan perjalanan yang menjunjung tinggi martabat manusia sebagai sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Ada beberapa dampak yang dapat terlihat perihal hidup seirama dengan Roh Kudus. Pertama, hidup seirama dengan Allah. Kehidupan yang seirama dengan Roh Kudus merupakan tujuan Allah bagi umat manusia. Dalam catatan Alkitab, sebenarnya kita banyak menjumpai orang-orang yang mau hidup seirama dengan Allah. Kejadian 5: 22, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah …” artinya irama hidup Henokh senada dengan Allah. Henokh hidup di dalam zaman di mana manusia tidak ingat akan Allah. Mereka melupakan Allah, Allah berada di luar kehidupan mereka. Tetapi Henokh berbeda dengan orang-orang dalam zamannya.

Kedua, hidup seirama dengan sesama. Perjalanan orang Kristen bukanlah perjalanan yang berdiri sendiri, tetapi perjalanan bersama dengan orang lain. Dalam perjalanan bersama dengan orang lain, maka semua perbedaan merupakan kekayaan yang harus disyukuri. Melalui perjalanan yang penuh perbedaan itulah maka buah roh semakin lebih hidup dan nyata, yang menyatakan identitas kita sebagai orang Kristen. Dalam Galatia 5:22-23 Paulus menjabarkan buah Roh itu, sebagai berikut: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Ketiga, hidup seirama dengan alam atau makhluk ciptaan yang lain. Melalui alam, Allah menyediakan kebutuhan manusia untuk dinikmati. Saat ini, fenomena kerusakan lingkungan hidup menjadi isu dunia yang begitu relevan untuk disikapi secara arif dan bijaksana. Kerusakan alam, eksploitasi laut dan pembuangan sampah secara sembarangan merupakan pemandangan yang terjadi di mana-mana. Padahal dalam Kejadian 1: 11, 12, 26, 28 memberikan ketegasan secara scripturalistik bahwa diberikan tanggungjawab atas alam/bumi. Secara khusus pada ayat 28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Manusia menguasai bumi, bukan berdasarkan hak manusia, melainkan berdasarkan kepercayaan dari Allah. Marilah kita menjaga harmoni kehidupan ini agar bumi ini menjadi tempat yang nyaman bagi semua ciptaan Tuhan. Amin.

Mayor Kriston B Harinei, M.Th. (Sekretaris Pertumbuhan Gereja Teritori Indonesia)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

" Klik! Informasi yang Anda Butuhkan "



"Prakiraan Cuaca Kamis 30 Mei 2024"




"BOFET HARAPAN PERI"

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS