Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Monday, January 16, 2023

Mimbar; Toleransi Beragama

I Wayan Sujana, S.Fil (Hindu Rohaniwan)

Om Swastyastu . Pelita Dharma kali ini mengetengahkan topik tentang “Toleransi Beragama”. Ada tiga pertanyaan yang perlu dibahasa saat berbicara tentang Toleransi Beragama, yaitu: Apakah yang dimaksud toleransi beragama? Apakah tujuan toleransi beragama? Dan bagaimanakah bentuk toleransi beragama?

Toleransi beragama adalah sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain. Seperti apa yang disebutkan dalam kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya: berbeda-beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang kedua. 

Kitab ini menggambarkan toleransi beragama yang sudah sejak zaman dahulu terjalin, yaitu pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Indonesia terdiri dari banyak pulau dan beragam suku bangsa dan Agama. Walaupun demikian, kita adalah bangsa Indonesia yang bernaung di bawah negara kesatuan Repulblik Indonesia. Jangan karena suatu perbedaan, kita terpecah belah, kita adalah satu bangsa Indonesia. 

Dari suku manapun asal kita, dari keturunan apapun kita, dari agama apapun kita, kita adalah satu, bangsa Indonesia. Demikian pula di agama Hindu, kita banyak mengenal sebutan atau nama Tuhan, apakah disebut Iswara, Brahma, Wisnu, Siwa, dan lainnya. Sejujurnya, itu hanya sebutan dari manifestasi Tuhan di dalam fungsi dan pekerjaannya. 

Dalam hal ini sering terjadi kekeliruan untuk memahami eksistensi Tuhan. Apapun keyakinan orang dalam menyampaikan ekspresi jiwanya tentang Tuhan, Tuhan di dalam ajaran Hindu diyakini satu, tidak ada Tuhan yang kedua.

Dalam kitab suci Veda disebutkan Ekam Ewa Adwityam Brahman. Artinya, Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa hanya satu, tidak ada duanya. Hanya, orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama. 

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan kebebasan kepada setiap invidu untuk meyakini kepercayaannya masing-masing, menjalankan ajaran agamanya, dan menjunjung keyakinan tinggi dari umat lain. Toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati, saling menghargai setiap keyakinan orang, tidak memaksakan kehendak, serta tidak mencela ataupun menghina agama lain dengan alasan apapun. Orang yang toleran juga tidak menganggu aktifitas agama orang lain, tidak merusak tempat ibadah dan tidak menganggu keyakinan orang beragama.

Tujuan Toleransi Beragama
Tujuan toleransi beragama adalah meningkatkan iman dan ketakwaan masing-masing penganut agama dengan kenyataan ada agama lain. Dengan demikian, kita sebagai umat yang menganut ajaran agama, semakin menghayati dan memperdalam ajaran agama dan berusaha untuk mengamalkannya, mencegah terjadinya perpecahan antar umat beragama akibat perpedaan. 

Agama bukan alat untuk pemecah belah. Agama adalah alat untuk mempersatukan umat. Ketika terjadi perpecahan siapa yang rugi? Perpecahan dapat merugikan masing-masing invidu dalam melakukan aktivitasnya. Dengan terciptanya toleransi beragama, kita dapat saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain dan mewujudkan perbedaan. Jangan karena keyakinan yang berbeda dijadikan suatu permusuhan.

Bentuk Toleransi Beragama
Toleransi beragama bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bergaul dengan semua orang tanpa membedakan kepercayaan masing-masing; menghargai dan memberikan kesempatan kepada teman yang berbeda agama tanpa ada yang merasa terganggu. Jadi, toleransi beragama berarti bahwa setiap orang memliki persamaan hak dan harus diperlakukan sama dalam hidupnya demi kedamaian, kenyamanan, dan kesejahtraan bersama. 

Demikian, Om Santih, Santih, Santih Om.

I Wayan Sujana, S.Fil (Hindu Rohaniwan)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment



"Prakiraan Cuaca Rabu 08 Februari 2023"

"Prakiraan Cuaca Dunia"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS