Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Monday, October 10, 2022

Jerman serukan sanksi atas tindakan keras Pemerintah Iran pada Pendemo


IRAN.BM- Menteri luar negeri Jerman telah menyerukan tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan keras terhadap protes di Iran.

Annalena Baerbock mengatakan Jerman akan memastikan Uni Eropa membekukan aset dan memberlakukan larangan masuk.

Dia menggambarkan orang-orang "yang memukuli perempuan dan anak perempuan di jalan" sebagai berdiri di "sisi sejarah yang salah".

Menteri luar negeri Uni Eropa diperkirakan akan memutuskan sanksi pada 17 Oktober, menurut kantor berita Reuters.

Berbicara kepada sebuah surat kabar Jerman, Baerbock juga mengkritik mereka yang "mengutuk mati orang-orang yang tidak menginginkan apa pun selain hidup bebas".

Dia mengatakan kepada Iran: "Kami mendukung Anda, dan akan terus melakukannya."

Sanksi yang diusulkan datang setelah kematian Mahsa Amini memicu demonstrasi di seluruh negeri.

Gadis berusia 22 tahun itu meninggal dalam tahanan setelah ditahan oleh polisi moral Iran pada 16 September.

Puluhan orang Iran telah kehilangan nyawa mereka setelah turun ke jalan untuk memprotes kematian Amini.

Kelompok Hak Asasi Manusia Iran, yang berbasis di Norwegia, mengatakan setidaknya 185 orang - termasuk 19 anak-anak - tewas sejak kerusuhan dimulai.

Media pemerintah Iran mengatakan 20 anggota Korps Pengawal Revolusi Islam, polisi dan pasukan keamanan telah tewas.

Video dan gambar yang beredar di media sosial selama akhir pekan tampaknya menunjukkan layanan keamanan Iran memasuki sekolah dan universitas.

Mahasiswa perempuan di sebuah universitas di Teheran dilaporkan meneriakkan "tersesat" kepada Presiden Ebrahim Raisi ketika dia berkunjung pada hari Sabtu.

Sabtu juga melihat saluran televisi negara diretas.

Pemirsa melihat topeng muncul di layar mereka diikuti oleh gambar pemimpin tertinggi, Ayatollah Khamenei, dikelilingi oleh api.

Banyak orang di Iran sekarang menyerukan diakhirinya kekuasaan ulama Islam.

Baca Juga

#Gan | Reuters

No comments:

Post a Comment

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS