Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Monday, May 2, 2022

Indonesia Gali Potensi Kerja Sama Kelautan di Namibia


Windhoek(NAMIBIA).BM- Indonesia dan Namibia memiliki kesamaan sebagai negara dengan potensi sumber daya kelautan. Hal itu menjadi dasar bagi kedua negara untuk saling perkokoh kerja sama di bidang maritim. Guna menggali lebih dalam potensi tersebut, Dubes RI-Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo, melakukan kunjungan kerja ke Kota Luderitz pada akhir April 2022.Kunjungan tersebut bertepatan dengan acara Crayfish Festival pada 30 April 2022, yang digelar oleh Pemerintah Kota Luderitz untuk merayakan berakhirnya masa panen Crayfish (udang laut sejenis lobster) yang merupakan salah satu produk unggulan Luderitz.

Acara Crayfish Festival didahului dengan Gala Dinner pada 29 April 2022 yang dihadiri oleh pejabat tinggi Namibia, antara lain, Menteri KKP, Menteri Kehakiman, Menteri Olahraga, Pemuda, dan Layanan Nasional, Panglima TNI Namibia, serta beberapa Gubernur, dan Walikota, serta Dubes Belgia untuk Namibia. Peresmian acara Crayfish Festival dilakukan pada 30 April 2022 yang dilakukan oleh Menteri KKP Namibia, yang menyampaikan bahwa acara festival tersebut tidak hanya promosi potensi ekonomi di Kota Luderitz, khususnya perdagangan dan investasi di bidang maritim tetapi juga potensi wisata di Luderitz. Menteri KKP berharap Crayfish Festival dan kerja sama bidang kelautan dapat memulihkan perekonomian Namibia.

Dubes Wisnu dalam pertemuan singkatnya dengan Menteri KKP dan Walikota Luderitz menyampaikan beberapa hal mengenai peluang dan perkembangan tindak lanjut kerja sama di bidang kelautan, salah satunya pembaruan MoU Kerja Sama Bidang Maritim antara Indonesia-Namibia. MoU tersebut mendapat tanggapan positif dari Namibia yang mengusulkan beberapa masukan untuk memperkaya cakupan kerja sama bidang maritim. Kerja sama di bidang kelautan juga diharapkan berdampak positif bagi pembangunan Kota Luderitz.

Pemerintah Kota Luderitz menggelar Crayfish Festival di Dermaga Kota Luderitz dengan menampilkan produk olahan crayfish, ikan, dan aneka produk makanan lainnya dan produk non makanan, serta acara hiburan masyarakat. Dubes RI dan tamu undangan yang hadir pada acara Crayfish Festival meninjau beberapa stan yang memajang produk unggulan Luderitz, yaitu crayfish, oyster, Abalone, dan rumput laut.

Selama berada di Kota Luderitz, Dubes RI meninjau pabrik Abalone yang dikelola oleh Hangana Sea Food. Kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui fasilitas produksi Abalone yang diekspor Namibia ke Cina dan Jepang. Disamping berkunjung ke Abalone Factory, Dubes Wisnu menemui Kepala Perpustakaan Luderitz untuk promosi budaya Indonesia dengan mendonasikan buku-buku mengenai kebudayaan dan kuliner Indonesia. Selain itu juga diserahkan buku bertema kepemimpinan, salah satunya mengulas tokoh pemimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo, dan buku pendidikan. Kepala Perpustakaan Luderitz menerima dengan baik buku-buku tersebut yang diyakini akan membuka wawasan warga Luderitz mengenai kekayaan Indonesia.

Kota Luderitz, yang terletak 680 km di selatan Kota Windhoek, merupakan kota pelabuhan dengan populasi sekitar 20.000 orang. Laut merupakan sumber penghasilan utama masyarakat. Acara Crayfish Festival merupakan acara tahunan yang menarik perhatian warga Namibia dan turis asing. Tujuan penyelenggaraan Crayfish selain mempromosikan produk unggulan juga sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga

#Gan | KBRI Windhoek

No comments:

Post a Comment

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS