Dirjen Bina Pemdes Pantau Langsung Pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Wednesday, October 20, 2021

Dirjen Bina Pemdes Pantau Langsung Pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang


Pandeglang(BANTEN).BM- Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo memantau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu (17/10/2021). Kedatangan Dirjen Bina Pemdes diterima langsung oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Rombongan Dirjen Bina Pemdes dan Bupati Pandeglang kemudian memantau secara langsung maupun virtual pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang. Terdapat sebanyak 206 desa dari 32 kecamatan yang menyelenggarakan Pilkades Serentak 2021 di kabupaten tersebut, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 1.263. Adapun salah satu tempat yang didatangi langsung Dirjen Bina Pemdes dan rombongan yakni TPS di Desa Palurahan, Kecamatan Kaduhejo.

Pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Pandeglang diakui telah sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan Covid-19, yang ditegaskan melalui Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 7 Tahun 2021. Di dalamnya diatur penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah maksimal Daftar Pemilih Tetap (DPT) per TPS sebanyak 500 orang. Selain itu, melalui Surat Nomor 141/2135-DPMD/2021 tanggal 13 Oktober 2021, Bupati Pandeglang Irna Narulita juga menyatakan penanganan Covid-19 di daerahnya cukup terkendali sehingga Pilkades 2021 dapat dilaksanakan.

Irna Narulita menjelaskan, Kabupaten Pandeglang termasuk wilayah yang menerapkan PPKM level 3. Melalui parameter pengendalian Covid-19 yang telah ditetapkan, kondisi di Kabupaten Pandeglang tergolong baik. Pelaksanaan Pilkades Serentak di kabupaten ini pun diakui telah memenuhi protokol kesehatan, baik dari sisi pembatasan jumlah DPT per TPS, penyemprotan disinfektan secara berkala, pengaturan jarak kursi tunggu, dan penggunaan tinta tetes.

“Jumlah TPS di Kabupaten Pandeglang sebanyak 1.263 TPS dengan DPT sebesar 563.927 orang. Pemerintah Kabupaten Pandeglang menyediakan gerai vaksinasi di setiap desa pelaksana sebagai upaya percepatan program vaksinasi Covid-19,” tegas Irna.

Selanjutnya, Bupati Pandeglang bersama rombongan juga sempat memantau secara langsung pelaksanaan Pilkades di beberapa desa lainnya, di antaranya Desa Batubantar Kecamatan Cimanuk, Desa Kadudampit Kecamatan Saketi, Desa Karyasari Kecamatan Cikedal, Desa Sindanglaya Kecamatan Pagelaran, dan Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang. Tak hanya itu, bersama unsur Forkopimda dan Satgas Covid-19, Bupati Pandeglang juga melakukan pemantauan secara virtual terhadap desa-desa lain untuk mengecek kesiapan pelaksanaan Pilkades, mulai dari aspek logistik, keamanan, protokol kesehatan maupun hal teknis lainnya.

Kemudian, pada kesempatan yang sama, selain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten/kota pelaksana Pilkades Serentak di Provinsi Banten, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemdes juga mengundang secara virtual perwakilan dari kementerian/lembaga lainnya, di antaranya Kemenko Perekonomian, Kemenko Marves, Kemenkes, Kemendes PDTT, Kemenkeu, Ditjen Bina Keuda Kemendagri, Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Polri, TNI, BNPB, dan BPKP.

Berdasarkan pantauan, pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Pandeglang, dari tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman dan sesuai protokol kesehatan. Penghitungan suara dilakukan di masing-masing TPS, untuk selanjutnya direkapitulasi di tempat yang telah ditentukan dan dilakukan pleno. Untuk itu, diharapkan pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Pandeglang dapat menjadi acuan bagi daerah lainnya.(*)
 

Baca Juga

#Gan | Kemendgri

No comments:

Post a Comment

“Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia per 16 November 2021”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS