Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba dari 2 Jaringan Kartel Internasional - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Tuesday, September 28, 2021

Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba dari 2 Jaringan Kartel Internasional


Surabaya(JATIM).BM- Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap 2 kartel jaringan narkoba Internasional. Dalam pengungkapannya polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 7,9 kilogram (kg) dan ribuan pil ekstasi disita polisi dari dua jaringan kartel narkoba Internasional.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika ini merupakan hasil kerjasama polisi dengan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya. Dalam kasus ini, polisi mengungkap pengiriman narkoba yang dikirimkan dari Malaysia dan Afrika.

Untuk pengungkapan narkotika dari Malaysia, polisi menangkap dua tersangka bernama Rany Aswad (39) warga asal Maluku Utara dan Idoko Chikwado Kenneth (34) warga negara asing dari Nigeria.

"Awalnya ada kecurigaan dari petugas bea cukai soal paket dari luar negeri. Paket itu diduga berisi narkoba. Mereka lantas menghubungi Polda Jatim dan bekerjasama mengungkap kasus ini," jelas Kabid Humas Polda Jatim, Senin (27/9).

Paket lalu dikirimkan ke alamat yang tertera yakni di Apartemen City Park Gate Barat, Jalan Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat dengan pengawalan ketat polisi. Paket pun lalu diterima kedua tersangka.

"Tersangka RA bersama ICK menerima paket tersebut. Mereka kemudian ditangkap dan diminta membuka paket yang berisi delapan bungkus plastik sabu-sabu 3.984 gram dan 1.780 pil ekstasi," jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim menyebut, berdasarkan keterangan tersangka, paket itu didapat dari seseorang berinisial K dari Malaysia dengan menggunakan ekspedisi laut. Untuk menyamarkan narkoba itu, paket sabu dan ekstasi dimasukkan kedalam kaleng makanan serta dicampur dengan pakaian.
"Rencananya sabu-sabu dan pil ekstasi itu akan diedarkan oleh kedua pelaku ke seluruh Indonesia," jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Sementara itu, jaringan narkoba kedua yang diungkap polisi diketahui berasal dari Afrika Selatan. Dari kasus ini polisi menangkap 4 orang tersangka berinisial DS, RZ, ST, dan FK.

Dari tangan keempat tersangka ini, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat 4,067 gr. Narkotika diketahui berasal dari Afrika Selatan.

"Sabu diselundupkan dengan menggunakan koper yang telah dimodifikasi. Lalu ditutupi dengan makanan agar terlihat seperti paket makanan biasa," jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Seperti halnya kasus pertama, paket dikirimkan melalui ekspedisi. Para penerima, lalu membuat kesepakatan dengan kurir untuk menerima paket di sebuah jalan yang sudah ditentukan.

"Mereka minta bertemu di rest area Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Setelah paketan berhasil dipindahkan ke mobil para tersangka, petugas lalu melakukan penangkapan," jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, saat ini kedua kasus masih dilakukan proses pengembangan. Sebab, polisi meyakini ada banyak jaringan yang belum terungkap untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia. Total, narkoba yang disita dari dua jaringan itu adalah kurang lebih 7,9 Kg lebih.

Atas perbuatannya, para tersangka pun dijerat Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 dan atau Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas lima tahun penjara.(*)
 

Baca Juga

#Gan | Humas Polda Jatim

No comments:

Post a Comment

“Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian Covid-19”
"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS