Mimbar; Tuhan Mengasihi Orang Kecil dan Rendah Hati - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Saturday, August 21, 2021

Mimbar; Tuhan Mengasihi Orang Kecil dan Rendah Hati


Sahabat Kristus yang terkasih, hari ini bersama Gereja sejagat, kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Perayaan ini dirayakan dalam Gereja setiap tanggal 15 dalam bulan Agustus.

Hari Raya ini didasarkan pada ajaran Gereja yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII pada tanggal 15 Agustus 1950. Perayaan ini sering dimaknai sebagai ungkapan kepercayaan akan masa depan manusia sendiri, bahwa pada suatu saat nanti umat manusia seluruhnya akan kembali bersama Tuhan di surga.

Hal ini sering digambarkan dengan akan terjadinya ‘pemurnian’, yakni akan ada pemisahan antara yang layak dan tidak layak atau pemisahan jiwa dari dosa dalam pengadilan terakhir. Kita akan dipulihkan dan kembali menjadi warga Firdaus. Kita meyakini bahwa Bunda Maria mempunyai peran penting untuk menyampaikan doa-doa permohonan kita demi keselamatan manusia.

Sahabat Kristus yang terkasih, Lukas melalui Injilnya mengajak kita untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan yang selalu mengasihi kita. Secara umum, Injil ini memuat dua bagian, yakni kisah Maria mengunjungi Elisabet (ay. 39-45) dan kidung pujian “Magnificat” (ay. 46-55), kemudian ditutup dengan ayat 56.

Dari kidung pujian, dapat dilihat bahwa Maria sungguh bersukacita karena Tuhan sangat mengasihinya. Maria memosisikan dirinya sebagai perwakilan dari orang-orang kecil, bahwa Tuhan menyayangi orang-orang yang kecil sehingga mereka menjadi  tinggi di mata orang. Dan hampir seluruh isi kidung pujian ini menggambarkan bahwa Tuhan mengasihi orang-orang lemah dan kecil.

Sahabat Kristus yang terkasih, pertanyaan untuk kita renungkan bersama, apakah kita selalu merasa diri sebagai orang kecil di hadapan Tuhan dan sesama? Atau kita malah lupa bahwa kita ini kecil dan sama ukurannya di hadapan Allah?

Dalam masa yang sulit ini, kita diajak untuk sadar bahwa kita tidak lebih besar dari siapa-siapa. Kita semua sama di hadapan Allah. Pandemi ini tidak memilah-milah dalam menggerogoti manusia, baik yang kaya ataupun miskin. Oleh karena itu, kita dapat bercermin pada Bunda Maria yang bersukacita hari ini, agar selalu bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam situasi apa pun.

Sesulit apapun yang kita alami saat ini, tetaplah mengandalkan Tuhan dan berpengharapan akan kebaikan Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan selalu memberikan jalan bagi orang-orang yang berserah diri kepada-Nya.

Sahabat Kristus yang terkasih. Dua hari lagi kita akan merayakan ulang tahun ke-76 kemerdekaan negara kita, Indonesia. Meskipun kita merayakan sukacita dalam situasi pandemi corona, tetapi bukan berarti pandemi menjadi penghalang untuk kita bersukacita. Perayaan hari ini hendaknya menjadi motivasi bagi kita untuk tetap bersukacita dalam merayakan hari kemerdekaan di tengah situasi pandemi ini. Sesungguhnya, hari ini Bunda Maria mau mengajak kita untuk sadar, bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Dengan demikian, tugas kita adalah percaya dan melakukan kehendak-Nya.

Lalu apa hikmah dan sari Injil hari ini? Pertama, kita semua sama di hadapan Tuhan, sehingga yang berkelebihan hendaknya memperhatikan yang berkekurangan dan yang berkekurangan hendaknya selalu sadar bahwa Tuhan selalu mengasihinya melalui saudara-saudara yang berkelebihan.

Kedua, selalu percaya akan Tuhan dan berserah diri kepada-Nya dan yakinlah bahwa Bunda Maria selalu mendoakan kita. Amin.


Osner Purba, M.Si (Pembimas Katolik Provinsi Banten)

Baca Juga

 

No comments:

Post a Comment

Pernyataan Presiden RI tentang Perkembangan PPKM Terkini di Istana Merdeka



ANALISIS CURAH HUJAN

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS