Terkait Pembunuhan Wartawan dan Teror yang dihadang Jurnalis, Ini Kata Ketum PPWI Wilson Lalengke - Benang Merah News

Breaking

Facebook

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Saturday, June 26, 2021

Terkait Pembunuhan Wartawan dan Teror yang dihadang Jurnalis, Ini Kata Ketum PPWI Wilson Lalengke


JAKARTA.BM- Kasus kematian wartawan Marah Salem Harahap yang biasa dipanggil Marsal yang tewas di tembak di Sumatera Utara dan pernyataan yang kontroversial dari Bupati Bogor yang mengatakan terkait wartawan abal- abal, wartawan Bodrex dan sebagainya.  
 
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menghimbau kepada rekan- rekan kerja yang tergabung dalam organisasi PPWI harus mengutamakan keselamatan kerja,
 
"Khusus kepada Kita keluarga PPWI, Saya ingin mengingatkan beberapa hal, yang pertama terkait keselamatan kerja. Saya akan selalu mengingatkan keselamatan diri adalah yang utama dibandingkan dengan informasi atau pemberitaan yang bakal kita kejar, oleh karena itu selalu siapkan diri demi keselamatan. Artinya nomor satukan keselamatan diri dari resiko- resiko yang dihadapi saat melakukan peliputan, " himbau Wilson.
 
Yang kedua, lanjut Wilson, bahwa hasil dari pemberitaan atau hasil peliputan yang kita beritakan ke publik benar-benar bisa kita pertanggungjawabkan, sesuai dengan data, fakta, informasi narasumber dan sebagainya, tersedia dengan lengkap, selengkap mungkin. 
 
Nah, ini akan membuat kita lebih secure atau lebih aman ketika kita membuat pemberitaan di publik, " ungkap Wilson Lalengke yang merupakan alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, lewat daring Jumat (25 /06/ 2021).

" Yang ketiga, agar melakukan tugas jurnalistik itu secara bersama- sama karena PPWI itu sebuah gerakan silaturahmi, artinya ketika kita saling memberikan dukungan dalam pemberitaan maka kita perlu gotong- royong, karena jurlalisme warga itu adalah jurnalisme gotong royong, sehingga sebuah berita perlu kita viralkan, kita muat dibeberapa media yang ada di dalam group PPWI ini. Nantinya agar, yang pertama mempunyai kekuatan pemberitaan yang lebih baik, lebih tinggi dibadingkan dari pada bicara sendiri- sendiri" papar Wilson.
 
Yang kedua, sambung Ketum PPWI, ketika ada komplain atau ada serangan dari pihak- pihak yang merasa dirugikan, kita bisa menghadapinya bersama-sama, jadi tidak sendiri- sendiri. Sehingga dengan mudah orang menuding si A, si B, si C secara serampangan untuk dipersoalkan apalagi dibawah keranah pidana dan sebagainya. tapi kalau kita bersama- sama dengan ratusan media tentu akan menyulitkan pihak yang mengkomplain, "terangnya.
 
"Yang ketiga kita ini ingin membangun peradaban, membangun bangsa, membangun masyarakat kita yang cerdas sesuai dengan visi misi PPWI, visi kita adalah mewujudkan masyarakat yang cerdas informasi, cerdas informasi itu, komonitas masyarakat yang cerdas menerima informasi dari manapun informasi itu terutama dari media, kemudian dia cerdas juga untuk merespon dalam penyampaian sebuah informasi. Ketika kita ingin mewujudkan visi, maka yang kita ingat adalah pemberitaan itu menggunakan tiga filter," jabar Ketum.

Pertama, sambung Ketum, apakah berita yang akan disebar- luaskan itu adalah berita yang benar. Kalau filter ini kita gunakan, bahwa berita ini benar adanya, sesuai dengan data, fakta yang kita dapatkan dilapangan, berarti lulus, berita ini boleh disebarkan. Tapi sebelum disebarkan kita melangkah kefilter yang kedua, Apakah berita itu baik adanya, artnya membawa kebaikan, baik itu bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, kalau justru akan menghancurkan masyarakat kita, menghancurkan bangsa kita, berati tidak lulus, tapi adanya keyakinan bahwa berita mengarah pada kebaikan berarti berita ini lulus untuk di publikasikan, " tegasnya.
 
" Namun begitu masih ada satu filter lagi, apakah itu bermanfaat. Jadi sebuah pemberitaan itu harus juga bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Kalau berita itu tidak bermanfaat maka berita tidak lolos untuk dipublikasikan. Kalau tidak benar jelas tidak lolos, kalau tidak baik, tidak membawa kebaikan jelas tidak lolos, kalau dia tidak membawa kemanfaatan berarti tidak lolos. Harus ketiga- tiganya filter ini kita pakai disetiap pemberitaan yang akan kita lakukan. Dari situlah sebenarnya kita berpijak melakukan perbaikan dari masyarakat kita dalam rangka mewujudkan visi dan misi PPWI, " imbuhnya. 
 
Dikesempatan itu, Wilson juga mengajak memilah sebuah informasi yang akan disebar- luaskan. "Kalau informasi itu menurunkan moralitas bersama- sama melawan Pandemi, maka itu tidak perlu kita sebarluaskan, Tapi kalau itu membangun sebuah kekuatan, power, semangat sprit kita untuk bersama- sama melawan pandemi corona misalnya, itu perlu kita sebar- luaskan bersama- sama. Itu sebagai contoh yang bisa lakukan sehari- hari," pungkas Wilson Lalengke.

 Selengkapnya Simak Vidio ini!

Baca Juga

#Gan
 

No comments:

Post a Comment

“Sambutan Presiden Joko Widodo dalam Penyerahan DIPA&Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah&Dana Desa 2022, Senin (29/11/2021)”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS