Mimbar; Pergaulan Sehat Seorang Junzi (Susilawan) - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19"
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Wednesday, June 2, 2021

Mimbar; Pergaulan Sehat Seorang Junzi (Susilawan)

Vallensia Listiany Lauwuna (Pembina Sekolah Minggu Makin Ternate)

Kita ketahui bersama bahwa Khonghucu adalah agama yang menjadi tempat tumbuh orang-orang yang lembut hati, terpelajar, dan berbudi luhur.

Nabi Kongzi selalu mengajarkan dan mengingatkan kita sebagai umat manusia lewat Kitab Sishu, agar terus menerapkan sifat Lima Kebajikan 五常  dalam hidup, yaitu: 仁 Cinta Kasih, 义Kebenaran, 礼 Susila, 智 Bijaksana, dan 信 Dapat Dipercaya. Kebajikan inilah yang menjadi salah satu inspirasi saya untuk mengajarkan hal tersebut kepada anak didik agar mereka di masa depan dapat menjadi seorang junzi yang teladan dan berbudi luhur.

Nilai moral yang diajarkan Nabi Kongzi sungguh sangat mulia, dan perlu menjadi pedoman dalam setiap langkah perjalanan hidup umat manusia. Kita perlu membekali generasi penerus junzi dengan lima sifat mulia ini, supaya ke depan mereka tidak salah memilih pergaulan dalam menjalani kehidupan.

Dalam Kitab Lun Yu, jilid IV : 15- 3, Cing Cu menjawab, “Jalan Suci Guru, tidak lebih tidak kurang ialah Satya dan Tepa Salira.” Satya atau 忠 Zhong merupakan hubungan vertikal manusia kepada Sang Maha Pencipta, sebagai perantara membawa firman Tian kepada manusia agar dapat menjalankan perintahNya, sekaligus mengingatkan umat manusia untuk menjauhi laranganNya. Tepa Salira atau 恕 Shu merupakan hubungan horizontal antara sesama manusia, agar saling dapat melakukan perbuatan baik kepada manusia yang berlandaskan hati nurani.

Jalan suci yang kita pilih pun harus teliti dan selaras dengan watak sejati kita sendiri. Begitu juga dengan pergaulan antar teman, dengan teknologi yang sudah berkembang dan maju pesat. Kita harus bisa belajar menanamkan sifat cinta kasih kepada sesama. Kita tunjukkan rasa hormat kita kepada yang lebih tua dan sesama. Kita mampu rendah hati untuk memaafkan mereka yang berbuat salah. Kita harus belajar membangun hubungan solidaritas dan budi pekerti yang baik. Kita memiliki rasa malu dan berani untuk menolak jika itu tidak sependapat dan sejalan dengan hati kita. Buatlah aturan hidup sopan santun dan tingkah laku untuk bersikap susila dan terapkan 4 pantangan kepada orang yang tidak kita kenal.

Dalam lingkungan rumah atau pun sekolah, kita mampu bersikap bijaksana, baik kepada orang tua maupun teman sendiri. Dalam masalah apapun, kita bijak mengambil sikap. Dengan begitu, kita mempunyai sikap dapat dipercaya di manapun kita berada dan diri sendiri mampu menunjukkan moralitas yang baik dalam lingkungan.

Jika lima kebajikan ini sudah bisa dimengerti dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita dapat menjalin pergaulan yang sehat dengan teman. Sebab, pergaulan yang sehat memang perlu dilandasi dengan sikap lima kebajikan. Biasanya  pergaulan remaja itu gampang terpengaruh dan belum stabil, banyak godaan dan tantangan yang mereka harus hadapi. Tetapi dengan kita bisa membangun pergaulan yang sehat maka ada banyak dampak positif yang bisa kita kembangkan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.

Kitab Lun Yu jilid XIX : 3, Murid Cu-He bertanya kepada Cu Tiang tentang cara bergaul. Cu Tiang berkata, “Apakah yang dikatakan Cu He kepadamu?” Jawabnya, “Bergaullah dengan orang yang patut diajak bergaul dan janganlah bergaul dengan orang yang tidak patut diajak bergaul.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sebagai penerus JunZi, kita harus menguatkan iman untuk masuk ke pergaulan yang baik dan cerdas. Sebab, dengan begitu kita lebih percaya diri untuk mengembangkan  talent atau bakat dalam hal-hal yang lebih bermanfaat. Contohnya, menyanyi membuat hati dan pikiran lebih tenang, atau membantu pekerjaan orang tua. Banyak kegiatan yang kita bisa pilih untuk melakukannya daripada membuang waktu dengan bergaul dengan teman yang tidak bisa kita ajak untuk bergaul.

Selain itu, pergaulan yang sehat bisa membawa orang - orang sekitar lebih mudah mempercayai kita dan diri sendiri merasa pantas berada di ruang lingkup yang nyaman. Hal ini yang membuat hidup kita menjadi lebih bermakna.

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya terlibat dalam pergaulan sehat. Apalagi, biasanya di usia remaja ini anak-anak ingin mengganti hobi dan kebiasaan mereka, karena pengaruh dari lingkungan tersebut. Tetapi meskipun sudah dalam usia remaja, jangan melupakan bimbingan dan dukungan dari orang tua. Sebab, orang tua tetap menjadi pedoman dalam tumbuh kembang sang anak. Coba lah untuk selalu dapat memperbaharui diri sehingga tidak terjerumus ke pergaulan yang tidak sehat.

Jika kita memiliki masa depan yang cemerlang, maka kita akan selalu menjaga sikap dan perilaku agar selalu bisa selaras dengan watak sejati  Rajin untuk ke lithang, berdoa dan mendengarkan firman Tian akan membuat hati kita tenang, bahagia, dan selalu menciptakan hubungan pergaulan dengan siapa saja. Kalau kita bisa melaksanakan hal tersebut dengan baik maka bukan hanya rasa bangga yang ada di dalam diri, tetapi juga kita melaksanakan lima kebajikan di dalam hidup dengan baik.

Saya dan Team Sekolah Minggu Khonghucu Online Tanggal 31 MEI 2021 merayakan satu tahun perjalanan kami untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu secara virtual online. Saya ingin menulis pesan kepada anak-anak pendidik Sekolah Minggu agar ingat selalu untuk menjadi seorang junzi yang berbudi luhur dan dapat menjalankan lima kebajikan di manapun mereka berada. Kami tidak pernah bertemu tetapi cinta kasih di antara kami begitu kuat.

Kami sampaikan terimakasih kepada para pembima untuk sikap solidaritas dan cinta yang membuat saya tidak pernah pantang mundur untuk berjalan bersama menggembangkan agama Khonghucu yang kita cintai. Terimakasih untuk cinta kasih, kebenaran, susila bijaksana dan dapat dipercaya yang tumbuh di antara kita. Kiranya semangat kita membina anak-anak didik menjadi pedoman dan semangat hidup untuk menjadi guru pembina yang membawa mereka ke masa depan yang cemerlang.

Dalam Kitab Zhong Yong jilid XII : 3 “Apa yang tidak diharapkan mengena diri sendiri, janganlah diberikan pada orang lain, itu tidak jauh dari Jalan Suci!”

Salam Kebajikan, Wei De Dong Tian. Shanzai.

 
Vallensia Listiany Lauwuna (Pembina Sekolah Minggu Makin Ternate)

Baca Juga

 
 

No comments:

Post a Comment

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"




SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS