Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Thursday, June 17, 2021

Israel Balas Serangan ke Gaza Setelah Balon Berisi Bahan Peledak Diluncurkan dari Kawasan Palestina

Israel melancarkan serangan lagi terhadap posisi Hamas di Gaza, kurang dari empat minggu setelah adanya gencatan senjata.(AFP via Anadolu Agency: Ali Jadallah)

Gaza(PALESTINA).BM- Israel mengatakan telah menyerang Gaza, setelah balon berisi bahan bakar diluncurkan dari kawasan Palestina oleh Hamas, sebagai tanggapan atas pawai yang dilakukan warga ekstrim kanan Yahudi melewati Yerusalem Timur.

Ini berarti gencatan senjata antara Israel dan Hamas sudah dilanggar hanya dalam waktu kurang dari empat minggu sejak disepakati.

Israel mengatakan pesawatnya menyerang markas militer Hamas di Gaza, setelah balon-balon berisi bahan bakar dari Gaza menyebabkan 20 kebakaran di perkampungan warga di dekat perbatasan.

Balon-balon itu diluncurkan sebagai reaksi atas pawai yang dilakukan kelompok sayap kanan Yahudi melalui jalan-jalan di Yerusalem Timur.

Hamas sebelumnya sudah mengatakan pawai itu akan dianggap sebagai tindakan provokasi.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan "siap untuk semua skenario, termasuk melakukan pertempuran lagi menghadapi terus berlanjutnya tindakan teroris yang berasal dari Gaza".

Abu Malek, salah seorang pemuda yang meluncurkan balon-balon tersebut mengatakan tindakan mereka merupakan "reaksi awal" terhadap pawai.

Juru bicara Hamas mengatakan warga Palestina akan terus "mengadakan perlawanan yang berani dan mempertahankan hak dan juga tempat suci mereka'" di Yerusalem.

Serangan terbaru ini menandai berakhirnya gencatan senjata yang mulai berlaku bulan lalu, menyusul konflik selama 11 hari yang menewaskan paling sedikitnya 250 warga Palestina tewas dan 13 warga Israel

Hari Selasa sore, para pengunjuk rasa Israel berkumpul di dekat Gerbang Damaskus di kawasan kota lama Yerusalem sebelum bergerak ke Dinding Barat, salah satu tempat suci  warga Yahudi.

Hal ini yang menimbulkan kemarahan warga Palestina.

Para pengunjuk rasa Israel ini kebanyakan adalah warga muda yang membawa bendera Israel saat mereka menari di jalan dan menyanyikan lagu-lagu keagamaan.

Di salah satu tempat, belasan peserta pawai melambaikan bendera berteriak "Matilah Warga Arab".

Di tempat lain lagi mereka meneriakkan "Semoga desa-desa kalian hangus terbakar".

Mengecam pawai tersebut di Twitter, Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid mengatakan mereka yang meneriakkan slogan rasis "mencoreng muka warga Israel".
 
"Fakta mereka ini adalah kelompok radikal yang membawa bendera Israel untuk menunjukkan kebencian dan rasisme adalah tindakan terkutuk dan tidak termaafkan," katanya.

Pawai ini menjadi batu ujian awal bagi Perdana menteri Israel yang baru Naftali Bennett, seorang tokoh garis keras yang sebelumnya menjanjikan pendekatan pragmatis karena kabinet yang dipimpinnya merupakan koalisi yang beragam.

Meski ada kekhawatiran pawai itu bisa meningkatkan ketegangan namun membatalkannya juga bisa menimbulkan kritikan terhadap pemerintahan baru bahwa mereka tunduk dengan Hamas.

Koalisi pemerintahan baru diambil sumpahnya hari Minggu dan berisi partai-partai dengan berbagai latar belakang politik berbeda, termasuk sebuah partai kecil dari kalangan Arab.

Mansour Abbas dari Partai Raam, yang menjadi partai Arab pertama yang bergabung dalam koalisi pemerintahan Israel mengatakan pawai itu 'merupakan usaha membakar kawasan untuk tujuan politik' dengan usaha untuk melecehkan pemerintahan baru.

Mansour Abbas mengatakan polisi dan menteri keamanan publik mestinya membatalkan pawai tersebut.
   
"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk tidak terseret dalam peningkatan konflik dan menahan diri semaksimal mungkin," katanya.

Warga Palestina memandang pawai tersebut yang dilakukan untuk merayakan penguasaan Yerusalem Timur dalam Perang tahun 1967, sebagai tindakan provokasi.

Israel, yang menguasai Yerusalem Timur di tahun 1967 dan kemudian menguasai keseluruhan tempat tersebut, yang tidak diakui oleh dunia internasional, sekarang menjadikan kota tersebut sebagai ibu kota negara.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara di masa depan, yang akan juga meliputi Tepi Barat dan Gaza.

Sebelum pawai, Israel sudah meningkatkan sistem pertahanan anti rudal "Iron Dome" dalam mengantisipasi kemungkinan serangan roket dari Gaza.

Di tahun-tahun sebelumnya, pawai melewati Gerbang Damaskus, dan masuk ke kawasan yang disebut 'Muslim Quarter', daerah pemukiman warga Palestina dengan jalan dan gang yang sempit.

Namun polisi mengubah jalur pawai hari Selasa dengan menghindari Muslim Quarter.
 
Sumber; Lihat Disini!
 

Baca Juga

#Gan | ABC

No comments:

Post a Comment

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS