Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Wednesday, June 23, 2021

Duterte: Terima Suntikan Vaksin atau Masuk Penjara

Petugas kesehatan memindai kode QR sementara seorang teman lainnya bersiap memberikan suntikan vaksin kepada seorang pria di tempat parkir di Manila, kemarin. (foto EPA)

Manila(FILIPINA).BM- Presiden Filipina Rodrigo Duterte berencana memenjarakan warga negaranya yang menolak menerima suntikan vaksin COVID-19.

Peringatan itu dibuat sebagai bagian dari upaya negara untuk memerangi pandemi setelah mencatat 1,3 juta kasus positif dan 23.000 kematian.

“Anda dapat memilih, vaksin atau saya penjarakan Anda,” kata Duterte dalam program yang ditayangkan kemarin, menyusul rendahnya jumlah pemilih di beberapa pusat vaksinasi di ibu kota Manila.

Pernyataan Duterte, bagaimanapun, dikatakan bertentangan dengan pendirian pejabat kesehatannya yang mengatakan vaksin COVID-19, bersifat sukarela.

“Jangan salah paham, kita sekarang dalam krisis kesehatan.

"Saya agak terganggu karena masih banyak orang yang tidak mengikuti instruksi pemerintah," katanya, lapor kantor berita CNA.

Hingga kemarin, pihak berwenang Filipina telah memvaksinasi penuh 2,1 juta dari 110 juta penduduk negara itu.

Namun pencapaian tersebut dinilai masih lambat dibandingkan target imunisasi hingga 70 juta orang tahun ini.

Duterte dikritik karena pendekatannya yang keras terhadap virus, di samping keputusannya untuk tidak membiarkan sekolah dibuka kembali.

Dalam pidato yang sama, dia menegaskan tidak akan bekerja sama dalam penyelidikan terkait pembunuhan saat memerangi narkoba di negaranya, seperti yang diinginkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Duterte pada Maret 2018 mencabut keanggotaan Filipina dalam perjanjian pembentukan ICC, menegaskan kembali bahwa dia tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan.
 

Baca Juga

#Gan | EPA/ CNA

No comments:

Post a Comment

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS