BPS Sumbar: Mei 2021, Kota Padang Inflasi 0,19 persen dan Kota Bukittinggi Inflasi 0,26 persen - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Thursday, June 3, 2021

BPS Sumbar: Mei 2021, Kota Padang Inflasi 0,19 persen dan Kota Bukittinggi Inflasi 0,26 persen


Padang(SUMBAR).BM- "Mei 2021, Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dan Kota Bukittinggi mengalamiinflasi sebesar 0,26 persen. Secara agregat, Sumatera Barat (gabungan 2 kota) mengalami inflasi sebesar 0,19 persen," kata Ir. Herum Fajarwati, M.M. melalui daring dari kantor BPS Sumatera Barat (Sumbar) Jl. Khatib Sulaiman No. 48, Kota Padang, Rabu Siang (02/06/2021). 

Inflasi tahun kalender, lanjutnya, "Sampai bulan Mei 2021 Sumatera Barat (gabungan 2 kota) mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Laju inflasi year on year Sumatera Barat atau Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,74 persen, " ungkap kepala BPS Provinsi Sumatera Barat ini.
 
"Dari 24 (dua puluh empat) kota IHK di Sumatera, sebanyak 20 (dua puluh) kota mengalami inflasi dan 4 (empat) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,79 persen dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,30 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Palembang sebesar 0,02 persen. Kota Padang menduduki urutan ke 14 (empat belas) dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 8 (delapan) dari 20 (dua puluh) kota yang mengalami inflasi di Sumatera," paparnya.
 
Lanjutnya, Kota Padang menduduki urutan ke 14 (empat belas) dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 8 (delapan) dari 20 (dua puluh) kota yang mengalami inflasi di Sumatera.
 
"Kota Padang menduduki urutan ke 57 (lima puluh tujuh) dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 42 (empat puluh dua) dari 78 (tujuh puluh delapan) kota yang mengalami inflasi di Indonesia," terangnya. 

Inflasi, sambung Herum,"Di Sumatera Barat terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen pada 8 (delapan) kelompok pengeluaran yakni kelompok transportasi sebesar 2,05 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,86 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen; kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar; dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,04 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen, jelasnya. 
 
"Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,60 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks," pungkasnya.
 
Selengkapnya  Lihat Disini!
 
Atau di Format pdf dibawah ini
 
 

Baca Juga

#Gan

No comments:

Post a Comment

“Sambutan Presiden Joko Widodo dalam Penyerahan DIPA&Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah&Dana Desa 2022, Senin (29/11/2021)”


“MENGAPA 10 NOVEMBER DIPERINGATI SEBAGAI HARI PAHLAWAN?”


"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS