Refleksi Minggu; Melangkah ke Depan - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19"
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Sunday, March 28, 2021

Refleksi Minggu; Melangkah ke Depan

Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th.

Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mimbar Kristen kali ini membahas tentang move on yaitu bagaimana kita bisa melangkah ke depan, looking forward, melihat ke depan, dan kemudian melangkah dengan cepat.

Beberapa hari lagi, kita akan merayakan Jumat Agung, dan kemudian Paskah. Persiapan-persiapan ini adalah menjadi bagian penting untuk kita renungkan. Saya ingat satu bagian Firman Tuhan dalam Filipi 3 yang berbicara tentang Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi. Ada beberapa point penting yang ingin saya sampaikan.

Pertama, disebutkan dalam Filipi 3:5-6, “disunat pada hari ke delapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.”

Itu adalah hal yang menarik, yaitu tentang siapa Paulus sesungguhnya. Bacaan ini tentang identitas Paulus, tentang masa lalu dia. Bahkan, pada ayat ke-6, disebutkan juga bahwa dia adalah penganiaya jemaat. Artinya, orang yang sungguh-sungguh bisa dapat bergerak ke depan atau move on adalah orang yang telah dimerdekakan dengan masa lalunya.

Mengapa demikian? Karena Paulus berani men-declare siapa diri dia, aku ini orang Farisi. Dia ini secara agamawi kuat sekali, status-status rohani begitu kuat sekali tetapi pekerjaannya malah penganiaya jemaat. Jadi terjadi kontradiksi. Tapi yang perlu dipelajari adalah sebuah pengakuan jujur dari Paulus sehingga dia mau sungguh-sungguh dimerdekakan.

Paulus juga mengatakan Yesus sudah menampakkan diri. Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya para rasul dan Paulus mengatakan Dia juga menampakkan diri kepada rasul yang terhina adalah saya (1 Korintus 15). Berarti peristiwa Paulus ini adalah peristiwa yang luar biasa sekali, ini jenjang sudah masuk dalam pelayanan.

Kita tahu pertobatan dia. Yaitu, saat dia mau membakar gereja kemudian matanya dibutakan dan akhirnya dia bertemu dengan Tuhan, kemudian dia merasakan kebaikan Tuhan. Itu sebuah revival yang terjadi dalam Kisah Rasul.

Dalam poin ini, Paulus membuktikan bahwa dia berani men-declare tentang siapa dirinya. Itulah makna untuk menjelang Jumat Agung dan Paskah. Jadi orang yang telah menerima kebaikan Tuhan, darah Kristus telah menebus dia, adalah orang yang berani jujur tentang siapa dia sebenarnya.

Maka ingat baik-baik, tidak ada dosa yang tidak mampu dipulihkan oleh Tuhan. Ada sih, yaitu mereka yang tidak mau mengaku dosa maka tidak mungkin dipulihkan. Mereka yang menghujat Roh Kudus, pasti tidak mungkin diampuni karena tugas Roh Kudus adalah membuat orang bertaubat. Kalau Roh Kudus itu ditolak, pasti tidak ada pengampunan dosa.

Sangat simple dan praktis, kalau kamu mau dipulihkan oleh Tuhan, akui kesalahan dan jujur kepada Tuhan, tidak ada yang disembunyikan. Saya yakin engkau pasti akan dimerdekakan. Inilah makna dalam dari Jumat Agung yang akan dirayakan dan Paskah. Ini menjadi bagian penting yang harus kita pahami.

Saya yakin dan percaya bahwa saudara hidup di dalam kasih karunia Tuhan yang telah menikmati kebaikan Tuhan. Salibnya untuk semua orang, darah-Nya tertumpah untuk orang tertentu saja. Sehingga, Paulus mengatakan dengan kalimat yang luas dan terbuka.

Kedua, di ayat yang ke 7 dan 8, Firman Tuhan berkata demikian: “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”.

Poin yang kedua adalah membenci masa lalu. Kalau kita sudah merasakan tentang salib darah Yesus, maka apa yang tadinya dianggap untung, sekarang dinggap rugi. Bahkan segala sesuatu dianggap sampah, karena pengenalanku akan Kristus. Kalau kita masih bangga dengan diri kita, itu berarti saudara belum merasakan tentang darah Yesus itu yang sudah menebus. Maka Paskah tidak ada artinya sama sekali.

Maka ingat, sebelum masuk dalam perayaan Paskah, hati kita harus dipersiapkan dulu, bahwa benar-benar saudara membenci tentang masa lalu. Yang dulu menjadi kebanggan kita dianggap rugi sekarang, Kristus lebih utama dari segala sesuatu. Sebagai pelayan juga begitu, banyak kok pelayan-pelayan Tuhan yang belum mengalami Tuhan. Sekolah teologia tidak menjamin, tetapi mengalami Tuhan adalah belajar teologia ilahi yang Tuhan berikan bagi kita.

Jadi pengalaman manis dengan Tuhan, sungguh-sungguh mengalami Tuhan dalam hidup dia, sehingga dia merasa jijik dengan semua itu, semua dianggap sampah. Kalau kita sudah punya prinsip rohani seperti demikian, saya yakin dan percaya kita mampu untuk dapat move on. Yuk kita berani melepaskan semua itu, jangan lagi bawa ego kita, kita buang itu. Karena kita ini adalah orang-orang yang telah diperbaharui. Kita menjadi ciptaan-Nya yang baru kata Paulus, yang hidupnya diperbaharui.

Dalam Roma 12 disebutkan, berubahlah oleh pembaharuan pikiranmu, sehingga engkau bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, supaya engkau bisa mengerti apa yang Tuhan mau.

Dan ingatlah, kalau engkau masih merasa bangga tentang hal-hal dunia yang selama ini dimiliki, maka engkau belum punya pengenalan akan Tuhan yang benar. Tetapi ketika kita memiliki akan pengenalan Tuhan yang benar, apa yang kuanggap untung sekarang menjadi rugi karena Kristus, bahkan semua kuanggap sampah.

Kata sampah artinya apa? Kotoran yang keluar dari diri manusia, yang kita tidak berani melihat lagi. Bahwa masa lalu itu sudah kita buang, dibicarakan saja sudah tidak mau, apalagi kita harus menceritakan itu dengan kebanggaan. Kalau kita menceritakan masa lalu kita dengan sebuah kebanggaan berarti kita belum mengalami pertobatan.

Ketiga, disebutkan dalam ayat ke 13: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Setelah dimerdekakan dari dosa, lalu membenci masa lalu, maka selanjutnya adalah fokus ke depan. Kita melupakan apa yang dibelakang dan mengarahkan diri ke depan. Orang yang mau maju ke depan, tidak akan lagi mengingat-ingat masa lalunya, baik berupa kepahitan, sakit hati, luka-luka batin, dan lainnya. Kita harus lihat ke depan, supaya kita melihat kebaikan Tuhan.

Jadi paskah itu tidak akan sia-sia saudara, karena kita sudah melepaskan apa yang ada di belakang dan mau melihat apa yang ada di depan. Ayo lupakan orang yang pernah sakiti kita. Kita melihat ke depan saja, move on. Orang yang susah untuk move on, dia tidak akan melihat kebesaran Tuhan yang luar biasa dalam hidupnya.

Jangan simpan sakit hati kepada pasangan, anak dan orang tua, lepaskan! Sesama pelayan Tuhan, sesama pekerja tidak boleh ada yang sakit hati. Ketika kita sungguh-sungguh mengalami pembaharuan dari Tuhan, lepaskan semua masa lalu dan lihat ke depan, maka kita akan melihat jalan itu lurus. Kendati ada pergumulan, tetapi Tuhan seakan menolong saudara.

Keempat, dijelaskan pada ayat ke 14: "dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Aku terus maju kepada tujuan untuk mendapat hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Yesus Kristus.”

Ayat ini berkata berlari sampai kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Artinya, hari ini kita tidak boleh berdiam diri, bekerja berlari dengan kuat sekali, harus ciptakan ide gagasan. Umat Tuhan, gereja Tuhan, semua sinode dan gereja-gereja Tuhan di mana pun, harus masuk dalam sebuah perubahan.

Kita harus berkembang dan cepat beradaptasi. Kalau tidak, kita akan ketinggalan kereta. Dulu kita khotbah, jemaat kita mungkin datangnya tiga puluh orang, empat puluh orang, ada yang sepuluh ribu ada yang dua puluh ribu, tetapi sekarang tidak ada lagi yang tahu ini jemaat siapa karena hanya sebatas handphone saja. Dia hanya ganti ini, dia suka dengan khotbah ini dia ganti ke  chanel ini, mau tidak mau kita harus cepat beradaptasi.

Kita tahu, Tuhan ajarkan kita untuk cepat beradaptasi. Paulus bertemu orang Yahudi, aku seperti orang Yahudi. Bertemu orang Yunani, aku seperti orang Yunani. Tetapi aku tidak sama dengan mereka, tujuanku supaya mereka dimenangkan. Artinya, jangan kita menjadi apatis dengan digital. Jangan sampai kita menutup diri dengan sebuah keadaan modern. Kita harus ada dalam keadaan ini dan kita harus cepat beradaptasi. Itu berarti kita berlari sampai tujuan.

Maka, hidupmu akan terus melihat warna yang berbeda dan Tuhan mengerjakannya begitu luar biasa. Lewat perkembangan teknologi informasi, kini bukan hanya orang Indonesia, jemaat Tuhan di Indonesia yang dapat mengikuti mimbar, tetapi seluruh dunia dapat mengikuti juga secara online.

Jadi, siapa pun kita, harus berkreasi, berinovasi; tidak boleh pasif, tapi harus aktif. Orang yang malas, harus belajar dari semut. Orang yang bekerja, harus ingat bahwa bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Kalau hidup untuk bekerja tidak ada waktu untuk beristirahat. Tetapi kalau bekerja untuk hidup, kita sudah dapat bekerja dan bisa hidup itu cukup. Artinya, saya bisa menikmati berkat itu dengan baik. Artinya, kita bekerja tetapi ada waktunya. Allah menciptakan segala sesuatunya, tetapi harus ada waktunya juga untuk berisitirahat.

Saya yakin dan percaya kebenaran Firman Tuhan pada hari ini akan terus mengingatkan kita. Pada ayat terakhir 15-16 disebutkan: “Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.”

Artinya apa? Apa  yang sudah kita pahami dari empat point, harus membuat kita semakin dewasa secara rohani. Sehingga, hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Biarlah kebenaran Firman Tuhan bertumbuh memberkati jemaat Tuhan di mana pun berada. Tuhan Yesus memberkati kita semua

 
Pdt. Dr. Petra Fanggidae, M.Th. (Rohaniwan Kristen)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS