Mimbar; Keimamatan Orang Percaya - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Sunday, February 28, 2021

Mimbar; Keimamatan Orang Percaya


Shalom, salam sejahtera bagi umat Kristen di seluruh Indonesia. Refleksi Minggu ini akan membahas kebenaran Firman Tuhan dengan tema Keimamatan Orang Percaya. Pembahasan ini terambil dari Alkitab, 1 Petrus 2:9-10:

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”

Saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan. Ketika awal tahun lalu terjadi Covid dan ada perintah atau keputusan pemerintah untuk semua orang harus bekerja dari rumah, sekolah dari rumah, melakukan banyak kegiatan dari rumah, saya teringat dengan kisah yang sama, yang sebelumnya terjadi sebelum kelahiran Tuhan Yesus. Dicatat dalam Lukas 2, di sana dikisahkan bahwa Kaisar Augustus yang pada waktu itu memerintah seluruh dunia di bawah pemerintahan Roma mengadakan satu sensus, sensus yang pertama kali diadakan di seluruh dunia.

Sensus kala itu bukanlah seperti sensus yang sekarang kita kenal. Itu adalah sensus yang pertama sekali dilakukan oleh Kaisar Augustus, di mana setiap orang harus kembali ke kotanya masing-masing. Kalau dia di Galilea, dia harus kembali ke kota Daud jika dia dari keturunan Daud, dia harus kembali ke Betlehem. Kalau dia keturunan Daud tetapi tinggal di Roma, dia harus kembali ke Betlehem. Jadi semua orang harus kembali ke kotanya masing-masing. Tidak bisa didaftarkan di mana dia tinggal, tetapi dia harus didaftarkan di mana dia berasal. Jadi orang harus kembali ke kotanya masing-masing. Itu adalah dekrit dari Kaisar Augustus pada waktu itu.

Maka dikatakan, termasuk Yusuf dan Maria juga harus kembali ke Betlehem. Karena apa? Karena dia dari keturunan Daud dan dia harus di  daftar di kota Daud, walaupun saat itu dia tinggal di Galilea. Itu bukan perjalanan gampang dan mudah, tetapi itu berlaku bagi semua orang di bawah pemerintahan Kaisar Augustus.

Dan semua orang kembali ke kotanya, itu sama susahnya dengan yang sekarang kita alami, bahwa semua orang harus kembali ke rumah. Perekonomian terganggu? Ya! Ada banyak kesulitan? Ya! Tetapi bapak, ibu saya ingin pastikan, Covid terjadi untuk menggenapi rencana Tuhan buat orang percaya.

Waktu itu diadakan sensus, sensus yang sangat sulit, menyulitkan semua orang tetapi itulah yang membuat Yesus lahir di Betlehem. Sebab kalau tidak, Yesus lahir di Galilea. Apa yang dinubuatkan Yesaya pasti tidak digenapi, kalau dia tidak berangkat ke Betlehem. Tidak ada alasan buat dia ke Betlehem, tetapi karena ada sensus itu, membuat tanpa dia sadari dia harus kembali ke Betlehem. Tetapi sesampai di Betlehem genaplah nubuatan Firman Tuhan, bahwa Yesus lahir di Betlehem.

Saya percaya hal yang sama terjadi di negeri ini, bahkan di seluruh dunia. Ini bukan hanya terjadi untuk bangsa kita saja, tetapi terjadi untuk seluruh bangsa di dunia dan ini adalah penggenapan Firman Tuhan untuk ayat yang kita baca tadi: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.”

Bapak, ibu, Alkitab berkata bahwa seluruh orang percaya adalah imam Tuhan. Tetapi pada hari ini keimamatan orang percaya itu hanya dikerjakan atau dimonopoli oleh para pendeta-pendeta, dimonopoli oleh organisasi-organisasi. Padahal Alkitab berkata bahwa keimamatan itu adalah semua orang percaya. Dia harus berfungsi sebagai imam. Tetapi hari ini, kita sama-sama lihat, yang bekerja, yang berfungsi sebagai imam hanya pendeta-pendeta saja.

Saya percaya Alkitab harus digenapi bahwa semua orang harus berfungsi. Karena itu semua orang harus kembali ke rumah dan di rumah mereka bisa berfungsi sebagai imam-imam, mereka bisa berfungsi ke tetangganya, mereka berfungsi ke mana saja, karena sudah terlalu lama keimamatan orang percaya tidak dilakukan dan dikerjakan.

Padahal Tuhan inginkan semua orang percaya, mengapa bapak, ibu? Karena kalau kita hanya bergantung pada para pendeta atau pekerja-pekerja saja, sampai kapanpun Injil tidak akan pernah sampai ke seluruh dunia karena keterbatasan waktu, tenaga dan sebagai macam. Tetapi persoalannya yang utama di sini adalah tidak banyak orang mempercayai orang-orang percaya sehingga yang dipercaya adalah orang-orang yang selama ini telah lama melayani seperti seorang pendeta, penginjil ataupun yang memiliki karunia-karunia.

Tetapi Alkitab dengan jelas berkata bahwa semua orang percaya adalah imam Tuhan dan mereka harus kita percayai berfungsi sebagai imam pada zaman ini. Dan saya percaya ketika semua orang dirumahkan, maka keimamatan orang percaya mulai berfungsi. Yang dulunya tidak pernah memimpin komunitas jadi memimpin komunitas, yang dulunya tidak pernah memimpin doa di rumah tangganya, orang-orang tua mulai memimpin doanya. Jadi mulai terjadi perubahan, dan saya percaya inilah salah satu tujuan mengapa ini terjadi, dan saya percaya kalau kita semua mengikuti kebenaran Firman Tuhan, maka kita harus semakin mendorong supaya setiap orang yang percaya berfungsi sebagai imam-imam Tuhan.

Saya yakin sudah waktunya bapak, ibu setiap kita orang percaya berfungsilah sebagai imam. Jangan hanya sebutan saja orang percaya, jangan hanya sebutan saja sebagai imam, tetapi tidak pernah berfungsi sebagai imam.

Yang kedua adalah jangan berangus keimamatan orang lain. Seharusnya tiap-tiap kita saling mendorong supaya masing-masing keimamatan dapat berfungsi secara maksimal.

Saya sangat berharap supaya semuanya kita sekarang mulai berfungsi. Karena inilah kesempatan buat kita bersama-sama untuk semua dapat melayani secara maksimal dengan apa yang kita punyai. Puji Tuhan, Tuhan memberkati. Amin

 
Pdt. Ir. Guntur Barus (Sekretaris Umum Sinode Gereja Penggerakan Kristus Pinksterbeweging)

Baca Juga

No comments:

Post a Comment

Pernyataan Presiden Jokowi Terkait Penerapan PPKM Level 4

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"



"BOFET HARAPAN PERI"



SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS