Mimbar; Hindu dan Fungsi Sabda, Bayu, Idep Manusia - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19"
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Monday, February 8, 2021

Mimbar; Hindu dan Fungsi Sabda, Bayu, Idep Manusia

I Made Jaya Negara S.P

Om avighnam astu namah sidham. Om Svastyastu. Om Ano Badrah Kratavo Yantu Visvatah. Umat sedharma dan generasi muda Hindu yang penuh kasih. Pesan darma pada Mimbar Hindu kali ini mengangkat tema Merangkai Butir Mutiara Kehidupan.

Kita haruslah patut berbangga dan bersyukur terlahir sebagai manusia. Sebab, terlahir sebagai manusia sungguh hal yang utama. Di dalam ajaran Agama Hindu, manusia memiliki tiga hal sebagai kategori makhluk yang utama, yaitu: Sabda, Bayu, dan Idep yang berarti memiliki kemampuan untuk berbicara, kemampuan untuk bergerak, dan kemampuan untuk berfikir. Ketiga hal ini dikenal dalam ajaran Hindu sebagai Tri Pramana.

Era modern saat ini yang lebih mengutamakan teknologi digital dan era informasi global membuat orang-orang lupa dan cenderung menyibukkan diri ke dalam hal-hal yang berkaitan dengan hiburan teknologi semata. Hal inilah yang menyebabkan kurangnya berkehidupan sosial dan bahkan berkurangnya rasa peduli terhadap kemanusiaan. Itu disebabkan peranan teknologi yang menguasai hampir seluruh waktu dalam kehidupan manusia masa kini.

Keutamaan Terlahir Sebagai Manusia
Dalam ajaran Hindu, manusia adalah kesatuan antara badan jasmani dan jiwa (atman) yang menjadikan ia selalu terus berkembang. Menjadi manusia merupakan suatu hal yang paling utama karena manusia memiliki kemampuan untuk berfikir, berkata dan bertindak. Maka dari itu manusia dikatakan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling utama.

Guru suci dari India, Bhagavan Satya Narayana, mengatakan bahwa hanya manusialah yang dapat mencapai surga bahkan dapat bersatu dengan Hyang Maha Esa. Mahluk ciptaan Tuhan lainnya untuk mencapai surga dan moksa, mesti harus terlahir menjadi manusia terlebih dahulu. Manusia adalah tempatnya perbuatan baik dan perbuatan buruk. Dengan adanya Viveka yang ada di dalam diri manusia, hendaknya mereka memiliki kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan buruk. Sebagai manusia, hendaknya menghindari perbuatan-perbuatan yang buruk untuk mencapai keharmonisan dalam suatu kehidupan.

Dalam Kitab Sarasamuccaya, sloka 2 dijelaskan: Manusah sarvabhutesu varttate vai subhasubhe. Asubhesu samavistam subhesvevavakarayet. Artinya: Di antara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun perbuatan buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik, segala perbuatan buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.

Dari sloka Sarasamuccaya ini sangatlah jelas bahwa setiap manusia berpotensi melakukan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Jika kita ingin mendapatkan suatu keharmonisan dalam kehidupan, maka selalulah utamakan perbuatan-perbuatan yang baik dalam suatu kehidupan dan gunakan atau fungsikan sabda, bayu, dan idep yang ada di dalam diri dengan baik.

Menumbuhkan Kesadaran Sebagai Manusia
Di era saat ini, kesadaran kita sebagai manusia sangatlah diuji dengan adanya Covid-19 yang melanda dunia serta banjir dan gempa yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi ini sangat menguji rasa kemanusiaan kita sebagai makhluk yang paling  utama yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan rasa peduli kita terhadap sesama, antara lain dengan memberikan bantuan langsung maupun doa yang tulus kepada Hyang Maha Esa agar penyintas bencana diberi kesehatan. Hindu selalu mengajarkan kita untuk memahami hakikat manusia memalui ajaran Tat Tvam Asi. Bahwa antara aku dan engkau adalah sama dan bahkan lebih jauh lagi bahwa antara aku, engkau dan dia adalah satu kesatuan jiwa yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk mencapai kesadaran itu, maka hendaknya manusia selalu menumbuh-kembangkan lima pondasi dasar dalam kehidupan, yaitu: Satya (Kebenaran), Dharma (Kebajikan), Santih (Kedamaian), Prema (Kasih Sayang), dan Ahimsa (Tanpa Kekerasan). Kelima dasar ini haruslah diterapkan dalam kehidupan kita. Ketika kelima dasar ini sudah kita laksanakan dengan baik, maka kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan pasti akan tercapai.

Jadi, untuk mencapai kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan, hendaknya kita sadar tentang keutamaan terlahir sebagai manusia dan kesadaran sebagai manusia yang memiliki kelebihan dari makhluk lainnya, yaitu: Sabda, Bayu dan Idep. Dengan memadukan antara ketiga hal ini dengan lima dasar yaitu Satya, Dharma, Santih, Prema dan Ahimsa, maka apa yang menjadi tujuan utama dari kemanusiaan akan terwujud. Yaitu moksartan jagaditha ya caiti dharma, yaitu kesejahteraan dan keharmonisan dalam kehidupan serta kesejahteraan dalam dunia rohani. Untuk itu, marilah bersama-sama menumbuhkan dan mengembangkan prilaku yang baik dalam kehidupan kita.

Semoga pesan dharma ini dapat menjadi wacana bersama dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan dinamika ini. Om Santih, Santih, Santih Om

I Made Jaya Negara S.P (Rohaniwan Hindu)
 

Baca Juga

 

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS