Wagub Emil Harap Mahasiswa Jadi Mover Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes - Benang Merah News

Breaking

JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19'
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_53.html
COVID-19 DI INDONESIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Saturday, August 8, 2020

Wagub Emil Harap Mahasiswa Jadi Mover Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes


Surabaya(JATIM).BM- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta kepada seluruh mahasiswa agar mereka bisa menjadi agen penggerak (mover) kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes). Permintaan itu disampaikan agar mereka bisa ikut ambil bagian dalam penanganan virus corona (Covid-19) di Jawa Timur.

“Ini ada kesempatan bagi mahasiwa-mahasiswi, karena mereka dianggap sebagai teladan, sebagi role model bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing. Harapan kita, pada kesempatan ini justru yang menjadi mover atau penggerak adalah mahasiswa yang jadi pelopornya,” ujar Wagub Emil Elestianto Dardak saat memberikan pembekalan Opening Ceremony Community Outreach Program (COP) 2020 secara daring Pelaksanaan KKN Mahasiswa Peduli Covid-19 Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya dari Gedung Negara Grahadi, Jumat (7/8).

Wakil Gubernur Jatim yang akrab disapa Emil Dardak ini memberikan pesan penting bahwa dalam berkegiatan KKN Mahasiswa Peduli Covid-19, UK Petra harus bisa menjadi agen penggerak kepatuhan masyarakat. Meskipun terdapat aparat yang bertugas menegakkan aturan, alangkah baiknya jika timbul kesadaran dalam diri masyarakat untuk patuh terhadap masalah Prokes.

Sebelum melibatkan diri dalam penanganan Covid-19 di masyarakat, utamanya dalam mendukung program kampung tangguh atau lingkungan tangguh, Emik Dardak menegaskan tiga prinsip penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Prinsip tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi.

"Diantaranya keamanan mahasiswa, kepedulian masyarakat, dan kontribusi terukur dan selaras," jelasnya.

Emil Dardak pun mengungkapkan, BNPB dan Pemerintah tidak meminta para mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang beresiko. Dirinya hanya ingin menggugah dan meyakini bahwa setetes kepedulian dan setitik langkah yang dilakukan dapat membawa dampak luar biasa ketika menjadi bagian dari concerted effort atau kesepakatan bersama.

“Maka yang bisa dilakukan adalah dengan membangun collective consciousness atau kesadaran bersama, yakni dari peran adik-adik mahasiawa sekalian. If you want to serve Indonesia, kalau adik-adik ingin mengabdi untuk Indonesia atau untuk humanity ini adalah saatnya. Karena ini adalah jalan yang paling efektif untuk mengatasi Covid-19 yaitu dengan membangun ketahanan masyarakat melalui keteladanan para mahasiswa,” jelasnya.

Wagub Emil kembali menegaskan, bahwa keamanan mahasiswa menjadi hal penting selama program KKN berlangsung. Dirinya meminta semua pihak yang terlibat harus mengedepankan keamanan.

"Jangan sampai mahasiswa beresiko atau terpapar covid-19," pintanya.

Terkait kepedulian terhadap masyarakat, Emil Dardak berharap agar muncul sebuah kesadaran diantara mereka. Sehingga masyarakat dapat saling mengingatkan, saling memberi masukan, dan saling menjaga.

Sementara soal terukur dan selaras, Wagub Emil mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan dengan memaanfaatkan platform nasional melalui aplikasi Inarisk. Inarisk sendiri untuk membantu mengkonsolidasikan data-data yang diperoleh, juga untuk sarana informasi bagi kontributor dan mahasiswa.

"Oleh sebab itu, mahasiswa diharapakan dapat mengedukasi masyarakat dan memberikan informasi kembali yang akurat kepada pemerintah," terangnya.

“Kita bisa bergerak sendiri-sendiri tapi tidak akan bisa bermanfaat kalau semua gerak tanpa koordinasi, inilah sebabnya Pak Deputi BNPB ini memang menyampaikan tentang Inarisk,” imbuhnya.

Sementara Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengapresiasi UK. Petra yang telah ikut ambil bagian dalam penanganan Covid-19 melalui kegiatan KKN internasional. Dirinya menilai, KKN ini merupakan bentuk dukungan sosial bagi masyarakat dengan berkolaborasi dan membuat inovasi terkait pencegahan, peningkatan ekonomi, dan ketahanan pangan bagi masyarakat.

“Ini menjadi satu apresiasi kami, dari BNPB kepada UK Petra. Saat ini kita perlu untuk bersatu padu, berkolaborasi bersama-sama menghadapi Covid-19. Pencegahan menjadi hal utama saat ini. Mahasiswa KKN bisa menjadi solusi bagi bangsa ini,” kata Lilik Kurniawan.(*)

Baca Juga


# Gan | Humas Jatim

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS