Ini Pemicu Aksi Protes di Berbagai kota dan Akhirnya diwarnai Penjarahan dan Pembakaran di Amerika - Benang Merah News

Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN 'CEGAH PENYEBARAN COVID-19"
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_36.html
COVID-19 DI DUNIA Klik!
https://www.benangmerahnews.com/p/blog-page_25.html
COVID-19 DI KOTA PADANG Klik!

Sunday, May 31, 2020

Ini Pemicu Aksi Protes di Berbagai kota dan Akhirnya diwarnai Penjarahan dan Pembakaran di Amerika

Di Atlanta pada hari Jumat, kendaraan polisi dibakar ketika pengunjuk rasa berkumpul di dekat kantor CNN. (foto; Reuters)
BM- Tuduhan kebrutalan polisi kerap disorot sejak gerakan Black Lives Matter. Ini bermula sesudah dibebaskannya petugas ronda lingkungan George Zimmerman sehabis ia menembak mati seorang remaja Afrika-Amerika Trayvon Martin bulan Februari 2012.

Dalam hari-hari terakhir, sejumlah bangunan lainnya juga dibakar, dijarah dan dirusak, sehingga pemerintah AS menurunkan pasukan Garda Nasional untuk mengontrol keadaan. (foto; Reuters)

Kematian Michael Brown di Ferguson dan Eric Garner di New York tahun 2014 memicu protes massal.

"Saya tak bisa bernapas" menjadi seruan protes nasional sesudah Garner, seorang pria tak bersenjata, melontarkannya saat ditahan polisi dengan cara dicekik karena dituduh menjual rokok ketengan secara ilegal.

Petugas polisi Kota New York yang terlibat dalam pembunuhan Garner dipecat lima tahun kemudian, tapi tak ada yang dituntut hukuman.

(foto; reuters)
Peristiwa terbaru kebrutalan polisi adalah penembakan terhadap seorang perempuan kulit hitam di rumahnya di Louisville oleh tiga orang polisi kulit putih dari Kentucky. Lalu ada pula penembakan seorang pria oleh petugas polisi di Maryland.

Di Washington DC, AS, ratusan orang menggelar unjuk rasa menuntut agar seorang petugas polisi berkulit putih ditahan terkait kematian George Floyd, Jumat (29/05). (Yasin Ozturk/Getty)

Kepolisian di Georgia juga dituduh mencoba menyembunyikan pembunuhan terhadap seorang pemuda kulit hitam yang gemar berolahraga lari, Ahmaud Arbery, yang ditembak sampai mati oleh anak dari seorang pensiunan polisi.

Seorang pendemo membawa poster "Am I Next" dalam unjuk rasa di Washington DC, AS, memprotes keamtian George Floyd, Jumat (29/05). (Yasin Ozturk/Getty)

Paige Fernandez dari organisasi American Civil Liberties Union, berkomentar soal kasus terbaru di Minnesota ini: "Video tragis ini memperlihatkan sedikit sekali perubahan yang terjadi yang mungkin bisa menghalangi polisi mengambil nyawa orang kulit hitam."
Rangkain bunga dan poster diletakkan di lokasi saat George Floyd ditekan lehernya oleh aparat kepolisian, Jumat (29/05), Minnesota, AS, pada hari keempat unjuk rasa memprotes tindakan polisi atas Floyd. (Steel Brooks/Getty)

Baca Juga




# Gan | BBC/ Reuters

No comments:

Post a Comment

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS