Breaking

"BAHAYA MASIH MENGANCAM"
"JANGAN KENDOR! TETAP JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN"

Saturday, April 20, 2019

Polisi: Pelajar Bangladesh Dibakar atas Perintah kepala sekolah

Wanita Bangladesh memegang spanduk dan gambar Nusrat Jahan Rafi sebagai tindakan protes di Dhaka setelah terbunuhnya remaja tersebut. (Foto AFP)

Dhaka(BANGLADESH).BM- Seorang gadis dibakar sampai mati di Bangladesh atas instruksi kepala sekolah setelah korban mengajukan laporan pelecehan seksual, kata polisi hari ini.

Kematian Nusrat Jahan Rafi, 19, pekan lalu memicu protes di seluruh negara Asia Selatan dengan Perdana Menteri Sheikh Hasina berjanji untuk menuntut semua yang terlibat.

Nusrat dibujuk ke atap sekolah agama di mana penyerang memintanya untuk menarik pengaduan pelecehan seksual yang diajukan ke polisi.

Ketika korban menolak, dia ditumpahkan dengan minyak tanah dan dibakar.

Polisi mengatakan hari ini, satu dari 17 orang yang ditahan sehubungan dengan kematiannya menuduh kepala sekolah mengarahkan serangan itu.

"Kepala sekolah menginstruksikan mereka untuk memaksa Nusrat untuk menarik kasusnya atau membunuhnya jika dia menolak," kata pengawas senior polisi Mohammad Iqbal, yang memimpin penyelidikan, dilansir dari AFP (20/04).

Nusrat mengajukan laporan polisi Maret lalu untuk melaporkan pelecehan seksual dan membocorkan sebuah video yang menunjukkan kepala kantor polisi setempat untuk mendaftarkan pengaduannya tetapi menolaknya sebagai 'bukan masalah besar.'

Mohammad mengatakan bahwa setidaknya lima penangkapan termasuk tiga teman sekelas Nusrat, mengikatnya dengan syal sebelum membakar korban.

"Rencananya adalah melakukan insiden seperti bunuh diri. Tapi itu gagal setelah korban berhasil terbakar karena syal terbakar dan melepaskan ikatan di tangan dan kakinya, "katanya.

Korban menderita luka bakar di 80 persen tubuhnya dan meninggal di rumah sakit pada 10 April tetapi merekam video sebelum kematiannya, mengulangi tuduhan kriminal terhadap kepala sekolahnya.

"Kepala sekolah melanggar saya. Saya akan berjuang sampai nafas terakhir, "katanya, mengungkapkan beberapa penyerang.

Saudara laki-laki Nusrat, Mahmudul Hasan Noman, mengatakan orang-orang dekat dengan kepala sekolah menekan keluarganya untuk menarik kasus itu terhadapnya.

Sheikh Hasina berjanji, 'tidak ada penjahat yang akan dibebaskan dari hukum.' 



# Gan | AFP

No comments:

Post a Comment

" Klik! Informasi yang Anda Butuhkan "



"Prakiraan Cuaca Minggu 21 April 2024"




"BOFET HARAPAN PERI"

SELAMAT DATANG DI SEMOGA ANDA PUAS