ISS Terancam, Akibat Puing Penghancuran Satelit India - Benang Merah News

Breaking

Direktur, Dewan Komisaris, Karyawan, Karyawati PT. Media Benang Merah Persada Menyucapkan; Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H. Mohon Maaf Lahir Bathin

Wednesday, April 3, 2019

ISS Terancam, Akibat Puing Penghancuran Satelit India

NASA mengatakan bahwa setelah penghancuran satelit India, risiko bertabrakan dengan ISS naik menjadi 44 persen dalam 10 hari.

Washington(AS).BM- Badan Antariksa dan Penerbangan AS (NASA) menggambarkan penghancuran salah satu satelit India sebagai 'hal terburuk' yang menghasilkan 400 fragmen orbital, sehingga menciptakan bahaya baru bagi para astronot di Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Administrator NASA Jim Bridenstine mengeluarkan pernyataan di depan stafnya, lima hari setelah India menembak jatuh satelit orbit rendah dalam uji coba rudal untuk membuktikan bahwa itu adalah salah satu kekuatan maju dunia di ruang angkasa.

Bridenstine menjelaskan, tidak semua lembar cukup besar untuk dideteksi.

"Apa yang kita tumbuk saat ini adalah objek yang cukup besar untuk dideteksi, kita berbicara tentang puing 10 sentimeter atau lebih, sekitar 60 buah telah terdeteksi," katanya.

Satelit India dihancurkan pada ketinggian yang relatif rendah 180 kilometer di bawah ISS dan sebagian besar satelit di orbit. Namun dia mengatakan, 24 buah berada 'di ISS.'

"Itu adalah hal yang mengerikan, itu adalah hal yang buruk untuk memicu insiden yang menyebabkan puing-puing di bagian atas ISS. Kegiatan seperti itu tidak kompatibel dengan penerbangan luar angkasa manusia yang akan datang.

"Itu adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan NASA perlu menjelaskan dampaknya pada kita," katanya.

Angkatan Darat AS mendeteksi benda-benda di luar angkasa untuk memprediksi risiko bentrokan dan satelit ISS. Saat ini mereka melacak 23.000 objek yang lebih besar dari 10cm.

Ini termasuk sekitar 10.000 keping fragmen ruang angkasa, dengan 3.000 di antaranya dihasilkan dari satu insiden uji anti-satelit China pada 2007 sejauh 853 kilometer dari permukaan bumi.

Bridenstine mengatakan bahwa setelah tes India, risiko bentrok dengan ISS naik menjadi 44 persen dalam 10 hari.

Tetapi risikonya akan berkurang seiring waktu karena sebagian besar puing akan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi. 



# Gan | AFP

No comments:

Post a Comment

PT. Benang Merah Persada Mengucapkan: Selamat datang di www.benangmerahnews.com, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda senang! Tertanda Pemred: Syafrizal Gan