Kadovar(PAPUA NUGINI).BM- Pihak berwenang di Papua Nugini telah memperingatkan warga yang tinggal di dekat gunung berapi Kadovar untuk mempersiapkan situasi yang terburuk, menyusul kekhawatiran letusan di gunung api tersebut dapat memicu tsunami.
Gunung berapi yang sudah lama tidak aktif itu kembali bergemuruh pada akhir pekan lalu, dan menghamburkan abu vulkanik ke langit serta memaksa sekitar 700 orang warga mengungsi ke sebuah pulau didekatnya.
Seluruh daratan di Pulau Kadovar pada dasarnya hanyalah gunung berapi setinggi 365 meter, yang berada di lepas pantai utara Papua Nugini.
Video yang diambil saat pemindaian udara di pulau itu pada hari Sabtu (6/1/2018) menunjukkan kepulan asap dan abu dari kubahnya yang spektakuler.
Ricky Wobar, Administrator Distrik untuk Wewak, kota terbesar di daratan di Pulau Kadovar berada didalam pesawat tersebut.
"Gunung berapi itu meniupkan abu, abu yang sangat tebal, dimulai pada hari Jumat (5/1/2-18) sekitar pukul 11," katanya.
Ricky Wobar mengatakan bahwa hampir 700 orang warga yang tinggal di pulau itu telah mengungsi, mereka mengayuh perahu ke pulau Blup Blup di dekatnya.
"Jika tidak ada inisiatif evakuasi dengan kapal, pasti akan ada bencana yang sangat serius," katanya.
"Mereka juga menggunakan kano kecil, mengayuh perahu ke Blup Blup, ada sebuah perahu kecil tapi tanpa mesin."
Kemungkinan Tsunami saat gunung meletus
Matthew Moihoi, seismolog di Observatorium Geofisika Papua Nugini di Port Moresby, mengatakan bahwa ada kegiatan yang lebih serius yang bisa menimbulkan tsunami.
"Dasar dari gunung berapi Pulau Kadovar itu ada di bawah dasar laut, dan jika ada kemungkinan letusan akan meningkat maka kemungkinan juga akan ada potensi terjadinya keruntuhan kaldera," katanya.
"Dan jika memang demikian yang terjadi maka pasti akan menghasilkan tsunami dan kemudian akan mempengaruhi masyarakat luas."
Steve Saunders dari Observatorium Gunung Rabaul sepakat dengan kemungkinan ini.
"Besarnya tsunami akan bergantung pada berapa banyak bahan yang masuk ke air," katanya.
"Jadi bisa saja tanah longsor kecil dapat menyebabkan riak yang mungkin Anda lihat di pantai, atau jika sebagian besar gunung berapi jatuh, akan ada tsunami yang lebih besar".
Melalui pemerintah provinsi di Papua Nugini, Saunders mengatakan bahwa observatorium tersebut telah menyarankan warga setempat untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya tsunami.
"Kami hanya mengatakan persiapkan diri anda untuk kemungkinan tsunami, dan tentu saja itu adalah hal yang sangat sulit untuk dikatakan karena kami mencoba untuk tidak membuat panik warga, tapi kami ingin warga juga bersiap-siap seandainya memang akan terjadi hal yang demikian".
Otoritas provinsi berupaya memberikan bantuan kepada orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan menyelenggarakan pertemuan untuk mendiskusikan apa lagi yang akan dibutuhkan dalam beberapa hari dan minggu mendatang.
"Kami telah mengerahkan tiga perahu kecil dengan personil polisi, sekarang mereka berada di pulau ini dan sedang menilai situasi, dan memastikan semua orang telah dievakuasi," kata Wobar.
"Kami pasti akan menyediakan pasokan bantuan, seperti bahan makanan, obat-obatan, tempat berlindung, wadah air dan persediaan bantuan lainnya".
#Gan









No comments:
Post a Comment