Phnom Penh(KAMBOJA).BM- Dua booth Indonesia berdiri di area VIP Sea Festival tahun 2017 di seberang Pantai Kep tidak jauh dari Patung Kepiting, ikon dari Propinsi Kep. Di pameran makanan dan minuman yang berlangsung tanggal 22-24 Desember 2017 ini, KBRI menampilkan berbagai produk makanan yang diimpor dari Indonesia seperti Kopiko Coffee 3in 1, Danisa Butter Cookies, Sando Chocolate Wafer, dan Roma Malkist.
Untuk memperkuat kehadiran produk-produk tersebut, KBRI bekerja sama dengan importir Kamboja Mekong N-E Marketing CO., LTD.
Selain itu, WNI di Kamboja juga berpartisipasi mempromosikan jajanan khas Indonesia yang juga diminati pengunjung pameran. Booth Indonesia menampilkan foto pantai-pantai cantik di Indonesia dan aktivitas di pantai dan laut yang belum dimiliki Kamboja seperti underwater scooter, flying fish, dan underwater submarine tour.
Tahun ini adalah keempat kalinya KBRI berpartisipasi dalam kegiatan Sea Festival di Kamboja.
Seusai pemotongan pita yang menandakan dimulainya secara resmi pameran ini, PM Hun Sen meninjau lokasi termasuk booth KBRI dan tampak terkesan dengan penampilan booth dan produk-produk makanan yang disajikan. PM Hun Sen menerima souvenir wayang Rama-Sita yang diserahkan oleh KUAI KBRI Phnom Penh, Minister Counsellor Nelson Simorangkir serta menerima bingkisan berbagai produk makanan impor dari Indonesia yang diserahkan oleh perusahaan distributor Kamboja.
Pada saat pembukaan, PM Hun Sen menyampaikan apresiasi kepada negara-negara asing yang berpartisipasi dalam Sea Festival 2017, seperti Indonesia, India, RRT, Thailand dan Vietnam. PM Hun Sen juga berharap akan lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung ke Kamboja, khususnya ke Propinsi Kep. PM Hun Sen juga menekankan kepada pemangku kepentingan terkait untuk senantiasa melestarikan dan melindungi sumber daya kelautan guna memaksimalkan pembangunan sosio-ekonomi.
Bukan hanya produk makanan, Indonesia juga mempromosikan seni budaya melalui penampilan peserta Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi) Nusantara yang dikelola oleh KBRI Phnom Penh dan dibentuk sejak tahun 2007. Pada Pembukaan, Pusbudi Nusantara melakukan parade dengan musik angklung dan kolintang yang mengalunkan lagu Kamboja berjudul Arapiya. Tim Pusbudi juga dengan bangga mempersembahkan Tari Payung, Tari Yamko Rambe Yamko serta lagu Sajojo dan Bengawan Solo yang juga diiringi angklung dan kolintang.
Selain untuk memperingati bergabungnya Kamboja dalam klub elit “Most Beautiful Bays in the World" (organisasi Les Plus Belles Baies Du Monde di Perancis), Sea Festival juga merupakan ajang promosi produk ekonomi, pariwisata dan seni-budaya. Dengan tema "Green Sea: the Future is NOW" dan slogan “Sustainable Tourism Serves for the Development", Sea Festival 2017 meliputi berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik dan tari serta pertandingan olah raga tradisional. Terdapat 502 booths dari berbagai propinsi di Kamboja, instansi pemerintah/swasta, UKM dan negara asing. Kegiatan Sea Festival ini sudah diselenggarakan 6 kali di Kamboja dengan host bergantian antara 4 propinsi yang terletak di kawasan pesisir seperti Koh Kong, Preah Sihanouk, Kep, dan Kampot.
Menurut data Kementerian Pariwisata Kamboja, pada tahun 2016, dari 5 juta turis internasional yang berkunjung ke Kamboja, sekitar 640.000 di antaranya mengunjungi wilayah pesisir di empat provinsi dengan tingkat kenaikan 5,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Pada tahun 2017, wilayah pesisir Kamboja diperkirakan menerima 750.000 turis mancanegara dan 2,6 juta wisatawan lokal. Untuk Propinsi Kep, pada tahun 2017 telah dikunjungi oleh sekitar 60.000 turis internasional dan sekitar 1 juta turis lokal. Pemerintah Kamboja mengharapkan daerah pesisirnya akan menerima 3 juta turis mancanegara dan 6 juta turis lokal pada tahun 2030.
#Gan/ KBRI Phnom Penh













No comments:
Post a Comment