![]() |
| Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kala mengunjungi rumah warga penerima Bansos, belum lama ini. Tahun ini sudah sekitar Rp 50 miliar Bansos disalurkan Pemprov Kaltara melalui Dinsos Kaltara. |
Tanjung Selor(KALTARA).BM- Sebagai bentuk komitmen meningkatkan pengendalian dan rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial, korban bencana, korban tindak kekerasan, dan orang terlantar, serta pelaksanan jaminan kesejahteraan sosial, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Sosial (Dinsos) pada 2017 menyalurkan bantuan sosial (Bansos) dengan nilai total sekitar Rp 50 miliar. Dana ini diberikan di lima kabupaten dan kota.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, dana Bansos itu direalisasikan melalui sejumlah program. Di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Alat Bantu Fisik Bagi Penyandang Disabilitas, Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), serta yang teranyar adalah Bantuan Tabungan Sosial Anak (TASA).
“Dana ini berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan sebagian lagi dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Kaltara,” ungkap Irianto.
Lewat Bantuan UEP misalnya, dikatakan Gubernur, dana Bansos diberikan untuk membantu rehabilitasi korban Napza (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), serta memberikan pelatihan kemandirian dan uang pembinaan kepada para PSK (Pekerja Seks Komersial).
Dalam hal program bantuan sosial ini, Gubernur berharap adanya sinergitas seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, yang memiliki program sejenis walau tugas pokok dan fungsinya berbeda. “Sementara ini, program yang realisasinya masih terbilang kecil adalah program bantuan bencana alam. Saya sendiri berharap program ini tak terealisasi, dan itu artinya Kaltara terhindar dari musibah atau bencana alam. Meskipun begitu, kita tetap harus siap menghadapi berbagai kemungkinan,” tuntasnya.(humas)
Rekapitulasi Bansos Provinsi Kaltara Tahun 2017
1. PKH untuk 8.511 keluarga, senilai Rp 16.085.790.000
2. Rastra untuk 23.086 keluarga, senilai Rp 31.664.757.600
3. Bansos Disabilitas untuk 50 jiwa, Rp 150.000.000
4. Bansos Lansia untuk 110 jiwa, Rp 220.000.000
5. Bansos KUBE untuk 7 kelompok, Rp 140.000.000
6. Bansos E-Warong untuk 7 kelompok, Rp 70.000.000
Dana Dekonsentrasi TA 2017
1. Bantuan Alat Bantu Fisik Bagi Penyandang Disabilitas
- 40 unit alat bantu senilai Rp 99.728.000
2. Bantuan UEP
- Korban NAPZA sebanyak 11 orang senilai Rp 5 juta per orang
- PSK sebanyak 15 orang senilai Rp 3 juta per orang
3. Bantuan TASA
- 507 orang anak senilai Rp 1 juta per orang
Dana Pusat TA 2017
1. Bantuan ASPDB 50 orang senilai Rp 300 ribu per orang
2. Bantuan ASLUT 110 orang senilai Rp 200 ribu per orang
Bansos Bersumber Dari Dana Dekonsentrasi Dirjen Penanganan Fakir Miskin Perdesaan dan Perkotaan Kemensos RI
1. Bantuan KUBE Perdesaan dengan realisasi Rp 540 juta
2. Bantuan KUBE Perkotaan dengan realisasi Rp 720 juta
#Gan/ Dinsos Provinsi Kaltara, 2017









No comments:
Post a Comment